Tilang Menghujam, 574 Pelanggaran Terjaring Zebra Samrat Sulut

- Jumat, 21 November 2025 | 05:42 WIB
Tilang Menghujam, 574 Pelanggaran Terjaring Zebra Samrat Sulut

MANADO – Sudah tiga hari berlalu sejak Operasi Zebra Samrat-2025 digulirkan Polda Sulawesi Utara. Operasi yang dimulai Senin, 17 November 2025 itu rencananya bakal terus berjalan hingga akhir bulan, tepatnya 30 November mendatang.

Dan dalam rentang waktu yang relatif singkat itu, hasilnya ternyata cukup mencengangkan. Tercatat, tak kurang dari 574 pelanggaran lalu lintas telah berhasil dicatat oleh jajaran Polda Sulut dan seluruh polres yang terlibat.

Kombes Pol Alamsyah P Hasibuan, Kabid Humas Polda Sulut, membeberkan rinciannya. Dari ratusan pelanggaran tadi, 364 di antaranya hanya berakhir dengan teguran. Sementara itu, 10 pelanggar kena tilang manual, dan 200 lainnya masuk dalam jerat tilang ETLE Statis.

“Untuk kendaraan roda dua atau R2, pelanggaran yang paling banyak ya soal tidak pakai helm,” jelas Alamsyah. Menurutnya, selain itu, masih banyak juga yang kedapatan berkendara di bawah umur atau berboncengan lebih dari satu orang.

Di sisi lain, untuk mobil atau kendaraan R4, pola pelanggarannya agak berbeda. Yang paling mencolok adalah pengemudi yang enggan memakai sabuk pengaman. Tak ketinggalan, masih ada saja pengendara di bawah umur yang belum punya SIM, plus kebiasaan buruk memegang handphone sambil menyetir.

Meski data pelanggarannya cukup banyak, Alamsyah menegaskan bahwa Operasi Zebra Samrat ini tidak sekadar menindak. Justru, kata dia, yang lebih diutamakan adalah aspek edukasi dan pembinaan. Tujuannya jelas: menanamkan disiplin dan kesadaran akan keselamatan di jalan raya.

“Memang ada penindakan, tapi fokus kami lebih ke memberi pemahaman,” ujarnya. Upaya itu dilakukan dengan berbagai cara, mulai dari mendatangi komunitas pengendara roda dua dan empat, hingga menyambangi sekolah-sekolah untuk sosialisasi. Imbauan lewat media juga terus digeber.

Harapannya sih sederhana. Dengan operasi seperti ini, masyarakat makin sadar untuk tertib berlalu lintas.

“Yang paling penting, utamakan keselamatan,” pesan Alamsyah. Ia mengingatkan agar semua pihak mematuhi aturan, mengurangi pelanggaran, dan bersama-sama mencegah terjadinya kecelakaan.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar