“Kami melakukan identifikasi melalui sidik jari, data gigi, property, dan ciri medis lainnya,” tambah Kombes Haris, merinci metode yang digunakan.
Dari informasi yang berhasil dikumpulkan, Florencia yang akrab disapa Ollen adalah salah seorang pramugari di pesawat naas itu. Penerbangannya melayani rute Yogyakarta-Makassar. Menariknya, wanita ini baru sekitar tiga bulan bertugas di pesawat ATR 42-500 milik Air Indonesia Transport (IAT).
Keluarga pun mengiyakan informasi tersebut.
“Kira-kira baru tiga bulan dia kerja di pesawat itu,” ujar Ramos, salah seorang anggota keluarga Florencia, seperti dikutip Tribun Timur.
Sayangnya, kabar ini hanya menjadi satu titik terang di tengah kabut duka. Di sisi lain, masih ada satu korban pria yang belum teridentifikasi. Belum lagi, delapan korban lainnya masih hilang dan terus dicari.
Pencarian sendiri masih berlangsung intensif. Pagi tadi, enam tim yang terdiri dari personel Basarnas dan warga setempat sudah bergerak lagi. Fokus mereka adalah area Puncak Gunung Bulusaraung, lokasi yang menjadi saksi bisu musibah ini.
Perjalanan masih panjang. Untuk keluarga yang menunggu, setiap detik terasa seperti satu hari.
Artikel Terkait
Dari Suara Aneh hingga Laporan Hukum: Kronologi Bocornya CCTV Rumah Inara Rusli
Jangan Beli Buku hingga Jauhkan Sapu: Pantangan Unik Sambut Imlek 2026
Dedi Mulyadi Siapkan 3.000 Lowongan Kerja, Utamakan Lulusan SMK Jabar
Dedi Mulyadi Dikritik Usai Turun Langsung Evakuasi Korban Longsor