Manohara Bongkar Luka Masa Lalu: Grooming dan Akun Palsu Ibunda

- Rabu, 21 Januari 2026 | 06:30 WIB
Manohara Bongkar Luka Masa Lalu: Grooming dan Akun Palsu Ibunda

Nama Manohara kembali mencuat. Kali ini, bukan karena kisah lamanya, melainkan sebuah pengakuan pedih yang ia ungkap sendiri: bahwa dirinya pernah menjadi korban child grooming. Hebohnya, ibunda kandungnya, Daisy Fajarina, justru diduga menyerangnya lewat akun palsu di media sosial.

Publik mungkin masih ingat dengan Manohara Odelia Pinot. Setelah lama tak terdengar, namanya mendadak ramai lagi. Rupanya, ada kemiripan dengan kasus yang sedang diungkap Aurelie Moeremans. Pengalaman pahit yang sama.

Ya, Manohara mengaku pernah mengalami hal serupa.

Dari Pengakuan Hingga Serangan Akun Palsu

Semua berawal dari unggahan Manohara di Instagram. Ia bercerita tentang masa lalunya yang kelam. Saat usianya baru menginjak 15 tahun, ia dipaksa menikah dengan seorang pria paruh baya yang sudah berusia 30-an.

"Saya berumur 15 tahun, pria yang terlibat berusia sekitar 30-an, tidak ada kencan, tidak ada hubungan, dan tidak ada persetujuan,"

tulisnya di akun @manodelia, Selasa lalu.

Pengakuan itu pun viral. Lalu, muncullah komentar dari seorang netizen bernama Aisyah Nadawi. Akun itu memberi nasihat agar Manohara berdamai dengan masa lalu. Bahkan, ia diminta mengubur luka lama untuk memulai hidup baru.

Tak cuma itu. Akun tersebut berani menuding kalau postingan Manohara dipengaruhi pihak lain. Manohara tentu saja tak diam.

Dia langsung membalas. Menurutnya, akun Aisyah Nadawi itu palsu. Dan orang di baliknya? Tak lain adalah ibunya sendiri, Daisy Fajarina.

"Komentar tersebut ditulis oleh ibu saya menggunakan akun palsu. Saya ingin kalian melihat interaksi ini apa adanya, sebagai contoh bagaimana manipulasi bekerja,"

tandas Manohara.

Hubungan mereka ternyata sudah putus sejak lama. Manohara mengaku yang memutuskan. Alasannya kuat: ia mengalami penyiksaan, baik fisik maupun psikologis, selama bertahun-tahun.

"Saya tidak kehilangan kontak, saya memutus kontak. Kami sebenarnya tidak pernah benar-benar dekat, meskipun mungkin terlihat seperti itu di depan umum,"

ungkapnya lagi.

Kedekatan yang dulu terpampang di media, kata Manohara, hanyalah citra. Sebuah rekayasa yang dibuat ibunya untuk mengontrol hidupnya.

"Mempertahankan wujud kedekatan sangat penting baginya. Itu adalah sesuatu yang kami diharapkan lakukan untuk membuatnya terlihat baik. Citra itu berfungsi sebagai bentuk kontrol,"

imbuhnya.

Semua itu, ujarnya, adalah siksaan. Bukan hanya fisik. Tapi juga mental yang berujung pada praktik child grooming yang ia alami.

"Secara pribadi, saya tumbuh dengan penyiksaan emosional dan psikologis jangka panjang, dan kadang-kadang penyiksaan fisik. Saya berulang kali dimanipulasi dan dimanfaatkan,"

tulis Manohara dengan berat.

"Sebagai remaja, saya dipaksa masuk ke dalam situasi yang sayangnya terkenal dan berbahaya... demi keuntungan dirinya."

Yang lebih mengejutkan, Manohara juga membongkar kebohongan lain. Lewat Instagram Story, ia menyebut ibunya pernah berbohong tentang kematian ayah kandungnya.

"Sekitar tahun 2011-2012, dia memberi tahu saya bahwa ayah kandung saya telah meninggal. Lalu dia mengatur wawancara TV di mana saya ditanya tentangnya dan saya sangat emosional. Tentu saja dia dibayar untuk itu. Itu bohong,"

cerita Manohara.

"Bertahun-tahun kemudian saya baru tahu bahwa ayah saya masih hidup dan sehat. Dia baru saja menghapus komentarnya dan sekarang sudah berubah."

Kisahnya memang kompleks. Dari luar tampak glamor, tapi di baliknya tersimpan luka yang dalam. Kini, Manohara memilih bicara. Dan semua orang mendengarkan.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar