ungkapnya lagi.
Kedekatan yang dulu terpampang di media, kata Manohara, hanyalah citra. Sebuah rekayasa yang dibuat ibunya untuk mengontrol hidupnya.
"Mempertahankan wujud kedekatan sangat penting baginya. Itu adalah sesuatu yang kami diharapkan lakukan untuk membuatnya terlihat baik. Citra itu berfungsi sebagai bentuk kontrol,"
imbuhnya.
Semua itu, ujarnya, adalah siksaan. Bukan hanya fisik. Tapi juga mental yang berujung pada praktik child grooming yang ia alami.
"Secara pribadi, saya tumbuh dengan penyiksaan emosional dan psikologis jangka panjang, dan kadang-kadang penyiksaan fisik. Saya berulang kali dimanipulasi dan dimanfaatkan,"
tulis Manohara dengan berat.
"Sebagai remaja, saya dipaksa masuk ke dalam situasi yang sayangnya terkenal dan berbahaya... demi keuntungan dirinya."
Yang lebih mengejutkan, Manohara juga membongkar kebohongan lain. Lewat Instagram Story, ia menyebut ibunya pernah berbohong tentang kematian ayah kandungnya.
"Sekitar tahun 2011-2012, dia memberi tahu saya bahwa ayah kandung saya telah meninggal. Lalu dia mengatur wawancara TV di mana saya ditanya tentangnya dan saya sangat emosional. Tentu saja dia dibayar untuk itu. Itu bohong,"
cerita Manohara.
"Bertahun-tahun kemudian saya baru tahu bahwa ayah saya masih hidup dan sehat. Dia baru saja menghapus komentarnya dan sekarang sudah berubah."
Kisahnya memang kompleks. Dari luar tampak glamor, tapi di baliknya tersimpan luka yang dalam. Kini, Manohara memilih bicara. Dan semua orang mendengarkan.
Artikel Terkait
Suami Wamen Stella Terkapar di ICU Usai Kecelakaan Maut di Lereng Aspen
Dedi Mulyadi Soroti Prestasi Jabar: Investasi Tertinggi RI, Lampaui Jakarta
Guru SD di Serpong Diduga Cabuli Belasan Murid, Sudah Berlangsung Sejak Tahun Lalu
Dedi Mulyadi Perintahkan Tinjauan Darurat Tambang di Bandung