Persebaya Belum Puas, Bernardo Tavares Siapkan Kejutan di Penutupan Jendela Transfer

- Kamis, 29 Januari 2026 | 22:30 WIB
Persebaya Belum Puas, Bernardo Tavares Siapkan Kejutan di Penutupan Jendela Transfer

SURABAYA Jendela transfer paruh musim Super League 2025/2026 masih menyisakan waktu. Tapi jangan salah, atmosfer di markas Persebaya Surabaya sama sekali tidak terasa seperti akan segera berakhir. Bernardo Tavares, sang arsitek, tampaknya masih menyimpan kartu. Sinyal yang ia berikan kuat: Green Force belum puas.

Ini jelas jadi peringatan. Bagi Persib, Persija, atau PSM Makassar yang mungkin sudah merasa aman, waspadalah. Persebaya tak cuma ingin tampil. Mereka sedang membangun sesuatu yang serius, sebuah ancaman nyata untuk berebut gelar.

Memang, mereka sudah mendatangkan empat pemain asing. Tapi itu rupanya belum cukup. Bernardo justru terlihat masih gelisah, masih mencari. Nada bicaranya pun terbuka lebar.

“Soal kemungkinan ada pemain baru, ya jendelanya masih buka sampai 6 Februari nanti. Selama masih buka, segala sesuatu bisa terjadi,”

kata pelatih asal Portugal itu, seperti dilaporkan fanbase @emosijiwakucom.

Ia menambahkan, situasi di paruh musim ini memang selalu berubah-ubah. “Bisa saja akhirnya tidak ada yang datang. Tapi bisa juga sebaliknya. Kita tunggu saja perkembangannya,” ujarnya lagi, santai namun penuh makna.

Di sisi lain, Bernardo tak menutupi kesulitannya. Merekrut pemain lokal di tengah kompetisi yang sedang berjalan itu ibarat memancing di air keruh. Mayoritas pemain sudah terikat kontrak panjang, dan klub asal tentu enggan melepasnya begitu saja.

“Mendatangkan pemain lokal saat ini sangat sulit. Kontrak mereka masih panjang, jadi proses negosiasinya punya tingkat kesulitan yang berbeda,” tegas Bernardo.

Namun begitu, kantor manajemen Persebaya tetap sibuk. Beberapa nama terus beredar dan dikaitkan dengan klub kebanggaan Bonek ini. Dari kiper muda, striker timnas, sampai gelandang kreatif dengan harga selangit semuanya masuk radar.

Rumor terbaru menyebut nama Adre Arido. Kiper muda milik Persija Jakarta yang sedang dipinjamkan ke Persibo Bojonegoro ini jadi opsi untuk mengisi pos kiper ketiga, menggantikan Rendy Sroyer yang hengkang. Catatannya di Liga 3 cukup solid: tiga clean sheet dan hanya kebobolan 11 gol dari 11 laga. Statusnya yang masih dipinjam membuat peluang transfer ini terbuka.

Lalu ada bom waktu di lini depan: Dimas Drajad. Striker Timnas Indonesia yang masih berstatus milik Persib Bandung ini sedang dipinjamkan ke Malut United. Minimnya menit bermain cuma 77 menit dari enam laga membuat spekulasinya makin kencang. Apalagi dengan situasi di Persib yang kini lebih mengandalkan Andrew Jung dan Ramon Tanque, ditambah ketegangannya dengan Bobotoh. Semua faktor ini seolah mendorongnya keluar.

Dari luar negeri, muncul nama Joao Tavares. Striker Brasil berusia 23 tahun ini punya pengalaman di Liga Polandia. Status klubnya saat ini agak simpang siur beberapa sumber menyebutnya bebas transfer tapi Persebaya dikabarkan harus berjibaku dengan Persijap Jepara untuk mendapatkannya.

Faktor kedekatan personal juga bermain. Victor Luiz, bek kiri PSM Makassar, masuk dalam daftar karena hubungannya yang baik dengan Bernardo Tavares. Sang pelatih dulu yang membawanya ke PSM. Tapi Persebaya bukan satu-satunya; Arema dan Persik Kediri juga dikabarkan mengintai.

Namun, target yang paling membuat decak kagum mungkin adalah Rodrigo Bassani. Gelandang serang asal Brasil ini sedang bersinar bersama Bucheon FC di Korea Selatan, dengan catatan 16 gol dan 8 assist musim lalu. Kontraknya masih panjang, hingga akhir 2026. Untuk memboyongnya secara permanen, Persebaya harus merogoh kocek dalam-dalam, sekitar Rp 7,82 miliar. Skema pinjam dengan opsi beli mungkin jadi jalan keluar.

Dengan semua rumor yang berembus dan jendela transfer yang masih terbuka, pesannya jelas: Persebaya belum selesai. Mereka masih berburu. Bernardo Tavares masih memegang kendali, dan kejutan terakhir sangat mungkin terjadi.

Bagi rival-rival utamanya, ini saatnya waspada. Rumor-rumor ini bukan sekadar angin lalu. Ini adalah isyarat kuat bahwa perang memperebutkan gelar musim depan akan sangat sengit.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar