Dedi Mulyadi mengakuinya. Diduga, ada masalah koordinasi antara Pemerintah Kabupaten Sukabumi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam proses pengajuan bantuan. Sebagai pemimpin, ia tak sungkan untuk meminta maaf.
imbuhnya.
Persoalan bantuan di Sukabumi rupanya tak cuma soal longsor. Di sisi lain, janji lain juga masih menggantung. Puluhan warga korban banjir bandang di kampung yang sama masih menagih janji bantuan senilai Rp 10 juta per KK yang dijanjikan Dedi Mulyadi setahun yang lalu. Mereka kecewa karena penyalurannya dinilai tidak merata.
Bencana banjir bandang dan longsor di Cidadap waktu itu memang dahsyat. Hampir seratus kepala keluarga terdampak, dengan lima kampung di Dusun Kawungluwuk luluh lantak. Janji bantuan bagi mereka, seperti halnya bagi Abah Aloh, adalah harapan untuk bisa kembali bangkit.
Kini, semua mata tertuju pada realisasi janji itu. Masyarakat menunggu, berharap kata-kata akan segera berubah menjadi tindakan nyata yang menyentuh mereka yang paling membutuhkan.
Artikel Terkait
Dari Suara Aneh hingga Laporan Hukum: Kronologi Bocornya CCTV Rumah Inara Rusli
Jangan Beli Buku hingga Jauhkan Sapu: Pantangan Unik Sambut Imlek 2026
Dedi Mulyadi Siapkan 3.000 Lowongan Kerja, Utamakan Lulusan SMK Jabar
Dedi Mulyadi Dikritik Usai Turun Langsung Evakuasi Korban Longsor