Cirebon – Konflik di Timur Tengah membuat nasib puluhan ribu jamaah umrah Indonesia di Arab Saudi jadi perhatian serius. Menurut data terbaru, masih ada sekitar 58.000 jamaah kita di sana. Kabar baiknya, sekitar 6.000 di antaranya sudah berhasil dipulangkan.
DPR, lewat Komisi VIII, mengaku terus berkoordinasi dengan berbagai pihak. Tujuannya jelas: mengantisipasi segala kemungkinan yang bisa membahayakan keselamatan jamaah.
“Kami dari DPR terus melakukan koordinasi dengan Kementerian Haji untuk melakukan advokasi terhadap 58.000 jamaah yang hari ini sedang berada di Arab Saudi. Update terakhir, sekitar 6.000 jamaah sudah dipulangkan ke Indonesia,”
ujar Selly Andriani Gantina, anggota Komisi VIII, Rabu (4/3/2026).
Menurut Selly, koordinasi ini harus konkret, bukan sekadar di atas kertas. Langkah-langkah seperti pendataan ulang, penguatan komunikasi dengan perwakilan RI di luar negeri, dan pengawasan ketat terhadap penyelenggara umrah harus benar-benar dijalankan.
Yang jadi perhatian khusus adalah jamaah umrah mandiri. Kenapa? Karena risiko mereka dinilai lebih besar. “Mereka bisa saja pulang tidak menggunakan pesawat direct ke Indonesia, tetapi melalui negara-negara transit,” jelas Selly.
Artikel Terkait
Transjakarta Ubah Jam Operasional Bus Menjadi Siang Hari pada Idul Fitri
Menteri Luar Negeri: Prabowo Siap Jadi Mediator AS-Iran dengan Satu Syarat
Warga dan Santri di Lebak Bergantung pada Sumur Keruh di Tengah Kelangkaan Air Bersih
Gempa 4,3 Magnitudo Guncang Gerash, Iran, Tak Ada Korban Jiwa