DPR Minta Pemerintah Antisipasi Nasib 58.000 Jamaah Umrah di Tengah Konflik Timur Tengah

- Rabu, 04 Maret 2026 | 09:15 WIB
DPR Minta Pemerintah Antisipasi Nasib 58.000 Jamaah Umrah di Tengah Konflik Timur Tengah

Cirebon – Konflik di Timur Tengah membuat nasib puluhan ribu jamaah umrah Indonesia di Arab Saudi jadi perhatian serius. Menurut data terbaru, masih ada sekitar 58.000 jamaah kita di sana. Kabar baiknya, sekitar 6.000 di antaranya sudah berhasil dipulangkan.

DPR, lewat Komisi VIII, mengaku terus berkoordinasi dengan berbagai pihak. Tujuannya jelas: mengantisipasi segala kemungkinan yang bisa membahayakan keselamatan jamaah.

“Kami dari DPR terus melakukan koordinasi dengan Kementerian Haji untuk melakukan advokasi terhadap 58.000 jamaah yang hari ini sedang berada di Arab Saudi. Update terakhir, sekitar 6.000 jamaah sudah dipulangkan ke Indonesia,”

ujar Selly Andriani Gantina, anggota Komisi VIII, Rabu (4/3/2026).

Menurut Selly, koordinasi ini harus konkret, bukan sekadar di atas kertas. Langkah-langkah seperti pendataan ulang, penguatan komunikasi dengan perwakilan RI di luar negeri, dan pengawasan ketat terhadap penyelenggara umrah harus benar-benar dijalankan.

Yang jadi perhatian khusus adalah jamaah umrah mandiri. Kenapa? Karena risiko mereka dinilai lebih besar. “Mereka bisa saja pulang tidak menggunakan pesawat direct ke Indonesia, tetapi melalui negara-negara transit,” jelas Selly.

Editor: Melati Kusuma


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar