Suasana tegang menyelimuti Bandara Yahukimo pagi itu. Akar Heluka, yang memimpin Pasukan Khusus di bawah Mayor Kopitua Heluka, mengklaim anak buahnya berhasil menggagalkan pendaratan sebuah pesawat Hercules. Menurut klaimnya, pesawat yang ditembaki itu diduga membawa Wakil Presiden Republik Indonesia.
“Kami tembak pesawat [milik] Tentara [jenis Herkules] yang mau mendarat di bandara. Dan dia [pesawat tersebut] itu kembali dari udara. Tidak mendarat karena pasukan kami tembak,”
Begitu penuturan Akar Heluka kepada Nadi Papua via telepon, Kamis lalu. Ia menyebut operasi penggagalan ini bukan aksi spontan.
Pasukannya sudah bersiap sejak malam, mengambil posisi di sekitar bandara. Menurut pengakuannya, sejak pagi buta, tiga helikopter lebih dulu mendarat membawa pasukan TNI. Dua helikopter lain menyusul kemudian. “Ada dua atau tiga helly itu putar-putar di wilayah Yahukimo. Mereka pantau. Tapi kami tenang. Kami tunggu pesawat yang rombongan Wakil Presiden,” jelasnya.
Rupanya, operasi ini sudah dimulai sejak Selasa. Saat itu, pasukannya menembaki pesawat sipil Trigana Air. Itu, katanya, sekadar peringatan. “Kami sudah sampaikan bahwa pasukan [kami] akan masuk di bandara. Besoknya kami masuk, dan sudah tembak pesawat rombongan wakil presiden dan mereka kembali,” ujar Akar. Meski begitu, ia tak bisa memastikan apakah benar Wapres Gibran Rakabuming Raka ada di dalam pesawat Hercules yang mereka bidik.
Di sisi lain, informasi dari Theo Hesegem, Direktur Yayasan Keadilan dan Keutuhan Manusia Papua, punya sudut pandang berbeda. Menurutnya, pesawat Hercules yang ditumpangi Wapres memang akhirnya kembali dari Wamena. Penyebabnya? Laporan penembakan terhadap pesawat lain yang lebih dulu menuju Yahukimo.
“Benar, ada informasi penembakan di sekitar bandara Yahukimo. Tetapi Pesawat Herkules yang ditumpangi Wapres itu kembali dari Wamena karena mungkin ada laporan alasan keamanan,”
Artikel Terkait
Guru di Jambi Dikeroyok Murid, Tamparan Pembelajaran Picu Kericuhan
Said Iqbal Tuding Dedi Mulyadi Sibuk Ngonten, Abaikan Aspirasi Buruh
Sri Mulyani Buka Babak Baru, Masuk Dewan Pengurus Gates Foundation
Gaya Hidup Mewah di Instagram, Jerat Rp 3 Miliar untuk Korban Akademi Crypto