Ledakan keras mengguncang Desa Plosojenar, Ponorogo, Minggu sore kemarin. Satu nyawa melayang, dua orang lainnya terluka. Kini, tim Gegana Satbrimob Polda Jawa Timur sudah berada di lokasi untuk mengungkap apa yang sebenarnya terjadi.
Mereka turun ke lapangan pada Senin pagi, 2 Maret. Dengan hati-hati, personel berseragam hitam itu menyisir setiap sudut pekarangan rumah di Kecamatan Kauman. Mereka didampingi polisi sektor setempat, memastikan tak ada lagi sisa-sisa bahan peledak yang bisa membahayakan warga.
Komandan Detasemen Gegana, Kompol Dian Vicky Sandhi, kemudian memberikan penjelasan soal temuan sementara timnya.
"Berdasarkan identifikasi tim, bahan kimia yang digunakan sebagai bubuk mercon termasuk dalam kategori low explosive atau bahan peledak rendah," ujar Dian di Ponorogo, Senin itu.
Dia melanjutkan, bahan berjenis Black Powder itu diduga campuran dari beberapa bahan kimia yang mudah didapat di pasaran. Artinya, bisa dibeli secara bebas.
Menurut informasi yang beredar, korban diduga meracik sendiri petasan rakitan itu. Rencananya, bahan peledak itu akan diterbangkan pakai balon udara saat perayaan Idulfitri nanti. Tapi niat itu berakhir tragis. Ledakan terjadi lebih dulu dan merenggut seorang remaja.
Kini, suasana di lokasi sudah lebih kondusif. Namun begitu, penyelidikan masih terus berlanjut untuk mendalami akar penyebab musibah ini.
Artikel Terkait
21 RT di Jakarta Terendam Banjir Akibat Luapan Kali Ciliwung
Porsche Rilis 911 GT3 S/C, GT3 Convertible Pertama dengan Atap Otomatis
Gubernur DKI Pramono Anung Perjuangkan Konser BTS di JIS atau GBK
OJK dan BEI Luncurkan Empat Kebijakan Baru untuk Transparansi dan Likuiditas Pasar Modal