Senin kemarin, suasana di ruang Komisi III DPR di Senayan terasa berat. Mereka menggelar rapat dengar pendapat umum, membahas sebuah kasus yang bikin hati miris: kematian Nizam Syafei, bocah asal Sukabumi yang diduga jadi korban penganiayaan ibu tirinya.
Rapat itu dipimpin langsung oleh Ketua Komisi III, Habiburokhman. Dari awal, nada pembicaraannya sudah sarat dengan keprihatinan.
"Pertama-tama, kita sampaikan duka cita yang mendalam," ujar Habiburokhman, membuka pembicaraan. "Atas wafatnya Ananda Nizam pada tanggal 19 Februari lalu."
Namun begitu, kesedihan itu ternyata berlapis. Di sisi lain, Habiburokhman juga menyebut dua duka lain yang tengah menyelimuti. Mereka turut berduka atas meninggalnya Ketua KPAI, Margaret Aliyatul Maimunah. Tak lupa, kepergian Wakil Presiden RI keenam, Try Sutrisno, yang juga wafat pada hari yang sama, Senin (2/3).
Jadi, rapat yang seharusnya fokus pada satu kasus pilu itu, sekaligus menjadi ruang penghormatan untuk tiga sosok yang berbeda. Suasana hati kolektif di ruang itu pastinya sangat kompleks.
Artikel Terkait
LPSK Bongkar Dugaan Kekerasan Kronis Ayah Kandung dalam Kasus Kematian Bocah Sukabumi
Impor Indonesia Tumbuh 18,21% di Januari 2026, Semua Kategori Membaik
MK Tolak Uji Materi Pasal Obstruction of Justice yang Diajukan Hasto
Kuasa Hukum Bocah Sukabumi Paparkan Kejanggalan dan Percakapan Mengerikan Jelang Kematian NS di DPR