Dedi Mulyadi Soroti Bantuan Mandek dan Kerusakan Lingkungan di Sukabumi

- Selasa, 13 Januari 2026 | 06:00 WIB
Dedi Mulyadi Soroti Bantuan Mandek dan Kerusakan Lingkungan di Sukabumi

"Di sana banyak sekali titik penambangan, baik legal maupun ilegal," ungkap Dedi, seperti dilaporkan TribunJabar.id.

"Terjadi banyak alih fungsi lahan dan menyusutnya area hutan hijau."

Fakta lain yang ia soroti adalah status Sukabumi sebagai kabupaten dengan kebun sawit terluas se-Jawa Barat. Sayangnya, keuntungan ekonomi dari komoditas ini rupanya tidak sebanding dengan kerusakan yang ditinggalkan.

"Kebun sawit terbesar di Jabar ada di Sukabumi. Dampaknya, jalan-jalan hancur karena mobil ber-tonase tinggi lalu lalang setiap hari," paparnya.

"Kalau ini dibiarkan, ya problem bencana dan kerusakan akan terus berulang."

Data produksi tahun 2024 memang mengukuhkan posisi Sukabumi. Dengan total produksi mencapai 99.448 ton, kabupaten ini menjadi penghasil sawit tertinggi di Jawa Barat, jauh meninggalkan daerah lainnya. Sebut saja Kabupaten Bogor di posisi kedua dengan 53.471 ton, disusul Garut (25.697 ton) dan Cianjur (20.043 ton). Sementara, Tasikmalaya dan Banjar mencatatkan produksi yang sangat kecil, masing-masing hanya 68 ton dan 8 ton.

Angka fantastis itu sekaligus menegaskan Sukabumi sebagai tulang punggung ekonomi daerah dari sektor perkebunan sawit. Hanya, di balik angka yang gemilang itu, tersimpan persoalan lingkungan dan tata kelola yang masih menuntut perhatian serius.


Halaman:

Komentar