Korban ketiga adalah M. Salahuddin (25 tahun), seorang warga yang saat kejadian sedang melakukan perbaikan rumah di lokasi yang berdekatan. Ia juga ikut tertimpa material runtuhan.
Kondisi Korban Pascainsiden
Ketiga korban mengalami cedera yang cukup serius. Budi menderita luka lecet di bagian siku tangan kanannya. Anak balitanya, Saka, mengalami luka lecet di area dahi sebelah kiri. Sementara itu, M. Salahuddin mengalami luka-luka di bagian kaki serta tangan kanannya. Segera setelah kejadian, ketiganya dievakuasi oleh warga setempat dan dibawa menuju fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan medis yang diperlukan.
Penyelidikan Polisi Terus Berlanjut
Kepolisian Sektor Gending langsung turun tangan dengan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara. Mereka juga mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi mata untuk menginvestigasi lebih dalam penyebab pasti robohnya tembok sekolah tersebut. Kapolsek menegaskan bahwa penyelidikan akan difokuskan pada kondisi keamanan struktur bangunan dan faktor-faktor lain yang mungkin berkontribusi terhadap insiden ini.
Pelajaran dari Insiden Probolinggo
Peristiwa robohnya tembok sekolah di Probolinggo ini menyoroti pentingnya pemeliharaan rutin dan inspeksi berkala terhadap infrastruktur publik, terutama bangunan-bangunan tua. Kejadian ini menjadi pengingat akan bahaya yang mengintai dari struktur yang sudah rapuh dan tidak terawat dengan baik.
Artikel Terkait
Dari Suara Aneh hingga Laporan Hukum: Kronologi Bocornya CCTV Rumah Inara Rusli
Jangan Beli Buku hingga Jauhkan Sapu: Pantangan Unik Sambut Imlek 2026
Dedi Mulyadi Siapkan 3.000 Lowongan Kerja, Utamakan Lulusan SMK Jabar
Dedi Mulyadi Dikritik Usai Turun Langsung Evakuasi Korban Longsor