Pemerintah Jepang bersiap mengambil langkah darurat lagi. Rencananya, mereka akan kembali melepas cadangan minyak nasional pada Mei 2026 mendatang. Langkah ini diambil karena situasi di Selat Hormuz masih belum pulih pasokan minyak dari sana tetap terhambat.
Menurut laporan Reuters yang dirilis Sabtu lalu, volume yang akan dilepas cukup signifikan. Kira-kira setara dengan konsumsi minyak Jepang selama 20 hari penuh.
Lalu, bagaimana dengan kondisi di lapangan? Memang, Iran dan Amerika Serikat dikabarkan sudah sepakat gencatan senjata untuk dua minggu ke depan. Tapi itu belum cukup. Hingga kini, belum ada sinyal jelas bahwa Iran akan membuka blokade yang mereka terapkan di selat strategis tersebut.
Ini masalah besar. Jangan lupa, sebelum konflik memanas pada akhir Februari 2026, hampir seperlima dari ekspor minyak dunia melewati jalur sempit itu. Gangguan di sana langsung menggoyang pasar global.
Buat Jepang, ketergantungannya nyaris mutlak. Sekitar 95 persen kebutuhan minyak mereka dipasok dari kawasan Timur Tengah. Jadi, wajar kalau Tokyo merasa waswas.
Meski begitu, posisi mereka sebenarnya masih aman dari segi stok. Pada awal April ini, cadangan minyak Jepang tercatat masih cukup untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri hingga 228 hari ke depan. Angka yang cukup melegakan.
Nantinya, pelepasan cadangan ini akan dilakukan Jepang secara mandiri. Namun begitu, mereka tetap berkoordinasi dengan Badan Energi Internasional (IEA) untuk memastikan langkahnya selaras dengan upaya stabilisasi pasar internasional.
Wahyu Dwi Anggoro
Artikel Terkait
Gubernur Jateng Ajak Fatayat NU Bersama Cegah Kekerasan di Lingkungan Pesantren
Autopsi Ungkap Balita di Bekasi Tewas dengan 32 Luka Tusuk, Pelaku Paman Korban yang Emosi Saat Bermain Gim
Imigrasi Peringatkan Maraknya Penipuan Digital Mengatasnamakan Layanan Resmi, Minta Publik Hanya Akses Kanal Terpercaya
Polda Metro Buka Posko Pengaduan Korban Dugaan Penipuan Umrah Hanania Travel