Efek domino mulai terasa. Mundurnya Iran dan ketidakstabilan kawasan mengacak-acak bagan kualifikasi. Menurut pengamat sepak bola Coach Justin, inilah celah yang bisa dimanfaatkan Garuda. Peluang untuk kembali ke pentas dunia terbuka lebar, berkat regulasi FIFA yang memungkinkan pergantian tim.
Memang, perjalanan Timnas Indonesia sempat terhenti di putaran keempat. Tapi di tengah kekacauan di Timur Tengah, kita justru punya keunggulan yang tak ternilai: stabilitas. Kita jauh dari zona perang, jadi urusan logistik dan mobilisasi tim jauh lebih mudah. Akses penerbangan ke negara tuan rumah AS, Meksiko, Kanada juga masih terbuka dan relatif aman.
Di sisi lain, tim-tim seperti Irak yang seharusnya tampil di play-off justru terkendala berat. Penutupan wilayah udara di sekitar Teluk Persia membuat perjalanan mereka hampir mustahil.
Diplomasi Jadi Kunci
Nah, di sinilah peluang itu muncul. Jika negara-negara seperti Irak, Uni Emirat Arab, atau Oman akhirnya gagal memenuhi kewajiban karena krisis transportasi, FIFA butuh pengganti. Dan Indonesia, secara administratif dan operasional, adalah opsi yang paling masuk akal.
Sekarang, semuanya tergantung pada langkah PSSI. Bola panas ada di tangan mereka. Dibutuhkan diplomasi tingkat tinggi dan lobi yang kuat ke FIFA. Memanfaatkan momen langka ini bukan hal mustahil. Bisa jadi, ini adalah jalan pintas untuk menorehkan sejarah baru: membawa Garuda terbang ke Piala Dunia 2026.
Artikel Terkait
Mantan Pelatih Kritik PSM: Permainan Datar, Jiwa Siri Mulai Hilang
Timnas Indonesia Hadapi FIFA Series Tanpa Miliano Jonathans, Peluang Terbuka untuk Pengganti
Real Madrid Hajar Manchester City 3-0 di Leg Pertama 16 Besar Liga Champions
Persija Jakarta Siap Lakukan Cuci Gudang untuk Pertahankan Tren Positif