JAKARTA – Musim depan, skuad Persija Jakarta kemungkinan bakal tampil dengan wajah yang agak berbeda. Manajemen klub dikabarkan sudah punya daftar nama pemain yang akan dicoret. Tujuannya jelas: menjaga performa tim agar tetap berada di papan atas kompetisi.
Harus diakui, musim ini Persija tampil cukup impresif. Di bawah arahan pelatih Mauro Souza, Macan Kemayoran berhasil bangkit dan kokoh di posisi tiga besar Liga Super. Sebuah lompatan yang signifikan dibandingkan musim lalu.
Namun begitu, tren positif itu rupanya tak membuat semua pemain merasa nyaman. Performa tim yang baik ternyata tidak menjamin posisi setiap individu aman. Evaluasi ketat tetap dilakukan, dan beberapa nama terpaksa harus angkat koper.
Direktur Olahraga Persija, Bambang Pamungkas, mengonfirmasi rencana ini. Menurutnya, diskusi soal masa depan para penggawa tim sudah berjalan. "Cuci gudang" adalah istilah yang dipilih untuk menyebut upaya penyempurnaan komposisi skuad ini.
"Daftar nama sudah ada di kantong kami. Termasuk pemain asing mana yang kontraknya akan diperpanjang atau tidak. Semua opsi sudah kami diskusikan," jelas Bepe, Kamis (12/3/2026).
Siapa yang Akan Bertahan?
Nama-nama resmi memang belum dirilis. Manajemen masih menunggu momen yang tepat, konon setelah Lebaran, untuk mematangkan strategi. Tapi bagi para Jakmania yang rajin menyimak, sebenarnya sudah ada gambaran.
Statistik berbicara. Berdasarkan kontribusi gol dan jam terbang, duo asal Brasil diprediksi kuat bakal bertahan. Mereka adalah Emaxwell Souza dan Allano Lima.
Emaxwell, top skor klub dengan 13 gol dari 23 laga, hampir pasti jadi andalan. Allano juga tak kalah penting, tampil konsisten di 21 pertandingan dengan 6 gol.
Jangan lupakan Fabio Calonego. Mesin penggerak tim ini mencatatkan 5 gol dari 21 penampilan, sebuah kontribusi yang sulit diabaikan.
Dan Siapa yang Kemungkinan Pergi?
Di sisi lain, beberapa pemain asing lain justru terlihat redup. Kontribusi mereka dinilai minim, sehingga nasibnya diragukan. Paulo Ricardo dan Jean Mota masuk dalam kategori ini.
Paulo Ricardo cuma main dua kali sepanjang musim. Nasib serupa menimpa Jean Mota, yang hanya mendapat kesempatan tiga kali turun ke lapangan. Angka-angka itu tentu sulit dipertahankan.
Langkah tegas ini, pada akhirnya, diambil untuk satu tujuan besar: memastikan Persija tetap jadi calon kuat juara. Bepe meyakini pendukung setia bisa memahami logika di balik keputusan ini. Siapa yang tampil, siapa yang layak dipertahankan, semuanya terlihat jelas di lapangan hijau.
Finalisasi skuad baru akan segera dilakukan. Koordinasi internal dikatakan sedang berjalan, dan keputusan final tinggal menunggu waktu.
Artikel Terkait
Veda Ega Pratama Finis Keenam di Moto3 Jerez, Tunjukkan Kematangan dan Progres di Atas Rival
Real Madrid Segera Aktifkan Klausul €9 Juta untuk Tebus Nico Paz dari Como
642 Siswi dari 44 SD/MI Ramaikan Babak Final MilkLife Soccer Challenge Samarinda
Indonesia Menang Dramatis 3-2 atas Thailand di Piala Thomas 2026, Moh Zaki Ubaidillah Jadi Penentu