“Pemain pertama yang direkrut Jordi adalah Maarten Paes. Dia tidak memberikan kesan yang baik,” lanjutnya.
Komentar yang jauh lebih keras datang dari Johan Derksen. Analis senior itu tak sungkan mempertanyakan keputusan klub.
“Siapa idiot yang membawa Maarten Paes ke Ajax? Dia kiper yang buruk! Setiap tendangan gawang berarti kehilangan penguasaan bola. Dia cuma kiper cadangan FC Utrecht, dan mereka menyingkirkannya karena kalau dia main, mereka kalah,” tegas Derksen.
Meski begitu, Paes sendiri pernah mengungkapkan bahwa transfernya difasilitasi oleh Direktur Sepak Bola Ajax, Marijn Beuker. Jadi, sorotan ke arah Cruyff agaknya sedikit mengaburkan fakta itu.
Untuk saat ini, posisi Paes sebagai penjaga gawang utama masih tetap. Dia masih menjadi pilihan satu-satunya sementara Jaros masih dalam masa pemulihan. Tekanan terhadapnya jelas besar. Setiap penampilannya di pertandingan-pertandingan mendatang, dipastikan akan terus diawasi dengan ketat oleh publik dan media Belanda. Nasibnya di klub raksasa itu benar-benar di ujung tanduk.
Artikel Terkait
Real Madrid Hajar Manchester City 3-0 di Leg Pertama 16 Besar Liga Champions
Persija Jakarta Siap Lakukan Cuci Gudang untuk Pertahankan Tren Positif
Nasib Tragis Wakil Inggris di Liga Champions: Enam Tim Raih Hanya Dua Poin
Aston Villa Hadapi Ujian Berat di Lille di Tengah Momentum Buruk