DKLIKNEWS - Beberapa organisasi besar negara Ukraina pada Kamis melaporkan serangan siber terhadap sistem mereka, yang merupakan gelombang terbaru yang sumber dekat pemerintahnya menyalahkan intelijen Rusia.
Perusahaan energi milik negara Ukraina, Naftogaz, mengatakan salah satu pusat datanya terkena "serangan siber skala besar".
“Situs web dan pusat panggilan kami saat ini tidak aktif,” katanya di aplikasi perpesanan Telegram.
Baca Juga: Mantan Presiden Guatemala Alejandro Giammattei Dilarang Masuk ke AS
Layanan pos nasional Ukraina Ukrposhta melaporkan "kegagalan teknis yang signifikan" pada sistem TI-nya. “Tadi malam terjadi serangan terhadap infrastruktur informasi mitra kami,” kata kepala Ukrposhta Ihor Smeliansky melalui Telegram.
Perusahaan mengatakan para spesialisnya sedang berupaya memperbaiki masalah tersebut dan memulihkan operasi penuh.
Artikel Terkait
Macron Serukan Koalisi Kemerdekaan untuk Lawan Dominasi AS dan China
Iran Klaim Tembak Jatuh Dua Jet Tempur AS, Bantah Klaim Trump Soal Pertahanan Udara
Akademisi Soroti Troll Army sebagai Alat Baru Propaganda Politik di Era Digital
Trump Ancam Rebut Pulau Kharg, Ultimatum AS ke Iran Berakhir 6 April