Menhan AS Rubio Temui Paus Leo XIV di Vatikan, Tegaskan Komitmen Perdamaian Timur Tengah

- Kamis, 07 Mei 2026 | 20:35 WIB
Menhan AS Rubio Temui Paus Leo XIV di Vatikan, Tegaskan Komitmen Perdamaian Timur Tengah

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio, melakukan pertemuan dengan Paus Leo XIV di Vatikan, sebuah langkah yang oleh pihak Washington disebut sebagai penegasan kembali eratnya hubungan bilateral kedua negara. Pertemuan yang berlangsung pada hari ini waktu setempat itu terjadi di tengah bayang-bayang ketegangan yang sebelumnya melibatkan Paus Leo dan Presiden Donald Trump, khususnya menyangkut konflik berkepanjangan di Timur Tengah.

Juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Tommy Pigott, menyatakan bahwa pertemuan tersebut menandai komitmen bersama antara Amerika Serikat dan Takhta Suci dalam mempromosikan perdamaian serta menjunjung tinggi martabat manusia. “Pertemuan tersebut menegaskan hubungan yang kuat antara Amerika Serikat dan Takhta Suci serta komitmen bersama mereka untuk mempromosikan perdamaian dan martabat manusia,” ujar Pigott dalam pernyataan resminya.

Menurut seorang pejabat Departemen Luar Negeri AS yang enggan disebutkan namanya, suasana pertemuan antara Rubio dan Paus Leo berlangsung hangat. Keduanya membahas sejumlah agenda, dengan fokus utama pada ketegangan yang masih membara di kawasan Timur Tengah. Dalam kesempatan itu, Rubio juga berdialog dengan Sekretaris Negara Vatikan, Pietro Parolin, untuk merumuskan langkah-langkah konkret demi mewujudkan perdamaian yang langgeng di wilayah tersebut.

“Dengan Sekretaris Negara Vatikan Pietro Parolin, Rubio membahas upaya untuk mencapai perdamaian yang langgeng di Timur Tengah,” kata Pigott, seraya menambahkan bahwa diskusi tersebut mencerminkan kemitraan abadi antara kedua pihak dalam memajukan kebebasan beragama.

Kunjungan diplomatik ini terjadi tidak lama setelah kritik tajam yang dilontarkan Trump terhadap Paus Leo. Beberapa waktu sebelumnya, Paus dan Trump terlibat saling silang pendapat terkait kebijakan perang Amerika Serikat melawan Iran. Paus Leo secara terbuka menentang sikap AS dan mengkritik keras eskalasi konflik bersenjata. Kritikan itu mendapat respons sinis dari Trump, yang menyatakan bahwa dirinya bukan penggemar berat Paus Leo dan tidak menginginkan seorang pemimpin gereja yang menganggap wajar jika Iran memiliki senjata nuklir.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar