LBH Hidayatullah Laporkan Ade Armando ke Polisi karena Dinilai Framing Ceramah Jusuf Kalla

- Kamis, 07 Mei 2026 | 21:00 WIB
LBH Hidayatullah Laporkan Ade Armando ke Polisi karena Dinilai Framing Ceramah Jusuf Kalla

Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Hidayatullah, Syaefullah Hamid, mengungkapkan alasan di balik pelaporan pegiat media sosial Ade Armando ke kepolisian. Laporan tersebut berkaitan dengan potongan video ceramah Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla, yang dinilai telah diframing secara tendensius.

Menurut Syaefullah, pelaporan ini berawal dari sebuah tayangan podcast Cokro TV yang menampilkan Ade Armando sebagai narasumber. Dalam kesempatan itu, Ade disebut membangun narasi yang menyimpulkan bahwa Jusuf Kalla telah melakukan penistaan terhadap agama Kristen.

"Kami nilai dari podcast itu ada sebuah pembangunan narasi untuk kemudian menyimpulkan bahwa Pak JK itu melakukan penistaan terhadap agama Kristen," ujar Syaefullah dalam program Interupsi di iNews, Kamis (7/5/2026).

Padahal, lanjut dia, kenyataan di lapangan tidaklah demikian. Ia menilai Ade Armando sengaja memframing ceramah JK melalui podcast tersebut demi menimbulkan reaksi tertentu.

"Itu adalah sesuatu yang menurut kami hanya pikiran Pak Ade dan dua host lainnya saja. Karena ini sebuah framing yang kami lihat ada kesengajaan untuk menimbulkan kemarahan saudara-saudara kita umat Kristiani," tuturnya.

Sementara itu, Ade Armando membantah seluruh tuduhan yang dialamatkan kepadanya. Ia menegaskan tidak memiliki niat untuk mengadu domba atau memprovokasi pihak mana pun melalui pernyataannya.

"Saya yakin juga laporan terhadap saya juga tidak akan dicabut nih, akan terus. Tapi saya merasa bahwa saya enggak bersalah kok. Saya tidak pernah mengadu domba, memprovokasi, menghasut siapa pun, bahkan untuk membenci JK nggak pernah. Jadi saya tetap yakin dengan sikap saya," ujar Ade.

Menariknya, Ade menilai pelaporan yang diterimanya kali ini memiliki keunikan tersendiri. Ia merasa bahwa serangan yang dilancarkan tidak hanya tertuju pada dirinya, melainkan juga diarahkan kepada Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

"Serangannya itu bukan hanya ke saya. Buat saya untuk pertama kalinya serangannya diarahkan kepada PSI. Nama PSI berulang kali disebut," ucap Ade.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar