BI Gelar Konferensi Ekonomi Pangan Bersama Metro TV untuk Perkuat Stabilitas Harga dan Ketahanan Pangan Nasional

- Rabu, 10 Juni 2026 | 11:00 WIB
BI Gelar Konferensi Ekonomi Pangan Bersama Metro TV untuk Perkuat Stabilitas Harga dan Ketahanan Pangan Nasional

Bank Indonesia (BI) menggandeng Metro TV dalam penyelenggaraan Economic Conference of The National Sustainable Food Programme, sebuah forum strategis yang dirancang untuk memperkuat sinergi antarlembaga dalam menjaga stabilitas harga komoditas pangan. Konferensi yang mengusung tema “Ketahanan Pangan untuk Indonesia Emas” ini digelar di Jakarta Pusat pada Rabu, 10 Juni 2026.

Dalam upaya menjaga stabilitas harga komoditas pangan, BI terus memperkuat kelembagaan melalui Tim Pengendali Inflasi Pangan (TPIP) dan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID). Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk mengendalikan tekanan inflasi yang berasal dari sektor pangan.

Acara dibuka dengan sambutan dari Presiden Direktur Metro TV, Arief Suditomo, dan dihadiri langsung oleh Deputi Gubernur Bank Indonesia, Ricky P. Gozali. Kehadiran kedua tokoh ini menandai komitmen bersama antara media dan otoritas moneter dalam mendorong ketahanan pangan nasional.

Sementara itu, rangkaian konferensi juga mencakup sesi diskusi panel yang membahas secara mendalam isu ketahanan pangan. Sejumlah panelis yang hadir antara lain Kepala Departemen Regional Bank Indonesia Rudy Brando Hutabarat, Kepala BRIN Prof. Dr. Arif Satria, Ketua Tim Kerja Stabilisasi Pasokan Pangan Bapanas Yudhi Harsatriadi Sandyatma, serta Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Pangan Kadin Indonesia Mulyadi Jayabaya.

Melalui sinergi terpadu ini, seluruh pihak optimistis dapat menciptakan strategi hulu-hilir yang kokoh demi menjaga target inflasi tahun 2026–2027. Forum ini juga diharapkan menjadi langkah konkret dalam mewujudkan swasembada pangan menuju cita-cita Indonesia Emas 2045.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar