Tiga Guru Besar Kedokteran Siap Jadi Saksi Ahli untuk Dokter Tifa di Kasus Dugaan Ijazah Palsu Jokowi

- Rabu, 10 Juni 2026 | 08:20 WIB
Tiga Guru Besar Kedokteran Siap Jadi Saksi Ahli untuk Dokter Tifa di Kasus Dugaan Ijazah Palsu Jokowi

Tiga guru besar bidang kedokteran menyatakan kesediaan menjadi saksi ahli bagi Tifauzia Tyassuma, atau yang dikenal sebagai Dokter Tifa, dalam perkara dugaan ijazah palsu yang dialamatkan kepada mantan Presiden Joko Widodo. Dokter Tifa mengaku telah menerima konfirmasi langsung dari ketiga akademisi tersebut untuk memberikan keterangan ilmiah jika kasus ini akhirnya disidangkan di pengadilan.

"Alhamdulillah, saya sudah mendapat konfirmasi dari tiga guru besar bidang kedokteran yang akan memberikan keterangan sebagai ahli untuk saya, jika perkara dugaan ijazah palsu JKW jadi disidangkan," tulis Dokter Tifa melalui akun media sosialnya, Rabu (10/6/2026).

Pernyataan itu diunggah di laman pribadinya dan telah diizinkan untuk dikutip. Dalam kesempatan tersebut, Dokter Tifa membeberkan identitas serta kompetensi masing-masing guru besar yang akan dihadirkan. Pertama, seorang profesor ahli penyakit mata dengan subspesialisasi refraksi yang juga berpraktik sebagai ophthalmologist dan refractive surgeon. Guru besar ini, menurut Dokter Tifa, akan memberikan penjelasan mengenai kemungkinan seseorang yang berkacamata semasa mahasiswa dapat sembuh total tanpa perlu alat bantu penglihatan hanya karena kacamata pecah dan tidak mampu membeli lagi.

"Yang akan memberikan penjelasan dan penegasan bahwa seseorang yang berkacamata pada waktu mahasiswa, tidak bisa begitu saja sembuh dan tidak lagi perlu berkacamata hanya gara-gara kacamatanya pecah dan tidak mampu membeli lagi," ujarnya.

Dokter Tifa menambahkan, guru besar pertama itu akan melakukan pemeriksaan mata secara menyeluruh dengan menggunakan peralatan oftalmologi yang sangat canggih. Sementara itu, saksi ahli kedua adalah seorang profesor kedokteran gigi yang ahli dalam susunan gigi atau ortodontis. Guru besar ini akan menjelaskan aspek ilmiah mengenai perubahan susunan gigi seseorang dari rapi menjadi tidak rapi dalam kurun waktu tertentu.

"Beliau akan memberikan penjelasan tentang apakah mungkin susunan gigi yang rapi dari seorang mahasiswa bisa menjadi berantakan ketika menjadi pejabat, sehingga misteri gigi dan bentuk gusi akan dijelaskan secara ilmiah oleh betul-betul ahli," ungkapnya.

Adapun guru besar ketiga berasal dari bidang anatomi, neuroanatomi, dan embriologi. Ia akan memaparkan secara rinci struktur 22 tulang kepala yang membentuk tengkorak, termasuk delapan tulang neurocranium yang mewadahi otak dan 14 tulang viscerocranium yang membentuk wajah. Dokter Tifa menyebut, guru besar ini akan menegaskan bahwa bentuk tulang hidung bersifat permanen, tidak berubah seiring waktu.

"Juga tulang tengkorak yang membuat arah pertumbuhan folikel rambut, sehingga orang punya kecenderungan rambut belah tengah atau belah pinggir bukan karena kebiasaan tetapi karena bentuk tulang kepala, dan itu permanen," imbuhnya.

Lebih lanjut, Dokter Tifa menyatakan bahwa keterangan ketiga guru besar tersebut akan mengonfirmasi penjelasan yang ia sampaikan dalam acara Rakyat Bersuara di iNews pada 4 April 2025. Ia juga menyebut bahwa para ahli ini akan melengkapi keterangan sejumlah guru besar lain yang sebelumnya telah bersedia menjadi saksi ahli. Namun, ia memilih merahasiakan nama-nama mereka demi alasan keamanan.

"Nama-nama masih saya rahasiakan untuk keamanan beliau-beliau," pungkasnya.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar