Pemerintah Pastikan Stok BBM dan Gas Aman, Waspadai Dampak Konflik Timur Tengah

- Kamis, 12 Maret 2026 | 12:05 WIB
Pemerintah Pastikan Stok BBM dan Gas Aman, Waspadai Dampak Konflik Timur Tengah

Di tengah hiruk-pikuk perayaan HUT ke-1 Danantara, Presiden Prabowo Subianto menyempatkan diri memimpin rapat terbatas. Agenda utamanya? Membahas situasi ekonomi global yang lagi panas-panasnya, terutama imbas dari konflik di Timur Tengah yang bisa menggoyang perekonomian kita.

Rapat itu digelar Rabu (11/3) di Wisma Danantara, Jakarta Selatan. Nggak main-main, yang hadir pun para petinggi. Mulai dari Ketua DEN Luhut Binsar Pandjaitan, sejumlah anggota DEN, sampai sejumlah menteri seperti Mensesneg Prasetyo Hadi, Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa, dan Menteri Investasi sekaligus Hilirisasi, Rosan Roeslani.

Nah, dari pembahasan panjang itu, ada satu poin penting yang langsung dirilis. Pemerintah memastikan stok BBM dan gas nasional masih aman untuk saat ini. Tapi, ya, situasinya tetap diawasi ketat.

Menurut Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dalam keterangannya Kamis (12/3/2026), langkah mitigasi sedang disiapkan. Tujuannya jelas: menjaga APBN agar nggak kena imbas berlebihan dari gejolak harga energi dunia.

"Disampaikan bahwa pasokan BBM dan gas nasional dalam kondisi mencukupi. Pemerintah akan terus memantau perkembangan harga energi global dan menyiapkan langkah-langkah mitigasi agar dampaknya terhadap APBN tetap terkendali,"

Selain soal stok energi, Prabowo juga menyoroti hal lain. Dia mendorong agar swasembada energi dipercepat. Digitalisasi pemerintahan juga harus makin kencang, salah satunya lewat uji coba penyaluran bantuan sosial secara digital. Harapannya, belanja negara bisa lebih efisien.

Intinya, pesan Presiden cukup jelas. Dia meminta seluruh jajaran pemerintah waspada dan proaktif.

"Presiden meminta seluruh jajaran pemerintah terus mengantisipasi perkembangan situasi global dan memastikan stabilitas ekonomi nasional tetap terjaga,"

Jadi, di tengah ketidakpastian global, pemerintah klaim sedang berjaga-jaga. Tinggal nunggu eksekusinya di lapangan saja.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar