Polres Bogor Kerahkan 65 Supeltas dan 150 Personel Tambahan Antisipasi Lonjakan Kendaraan ke Puncak Saat Libur Lebaran

- Kamis, 12 Maret 2026 | 12:00 WIB
Polres Bogor Kerahkan 65 Supeltas dan 150 Personel Tambahan Antisipasi Lonjakan Kendaraan ke Puncak Saat Libur Lebaran

Polres Bogor tak main-main mengamankan Puncak saat Lebaran nanti. Mereka bakal mengerahkan kembali para sukarelawan pembantu lalu lintas, atau yang biasa disebut supeltas. Jumlahnya sekitar 65 orang.

Kapolres Bogor, AKBP Wikha Ardilestanto, mengonfirmasi hal ini usai apel persiapan, Kamis kemarin.

"Pasti, tadi juga supeltas ikut apel, (jumlahnya) 65 orang," ujarnya.

Kenapa supeltas masih diperlukan? Alasannya sederhana: prediksi lonjakan kendaraan. Menariknya, puncak kepadatan diperkirakan justru bukan di hari-hari mudik biasa. Menurut Wikha, arus akan benar-benar membludak ketika libur Lebaran sudah mulai, yaitu di hari H pertama atau kedua. Saat itulah orang-orang berduyun-duyun menuju Puncak.

"Kita tetap menggunakan supeltas karena kita sudah memprediksi bahwa nanti kemungkinan akan terjadi lonjakan bukan di saat-saat mudik, namun di hari H pertama atau hari H kedua masyarakat sudah mulai libur itu akan banyak lonjakan," jelasnya.

Nantinya, para supeltas ini tak hanya ditempatkan di satu titik. Mereka akan disebar di beberapa lokasi rawan, termasuk jalur-jalur alternatif, untuk memastikan kelancaran. Tak hanya mengandalkan sukarelawan, Polres juga dapat tambahan pasukan.

"Jadi kita tetap menyiagakan supeltas di beberapa titik lokasi yang di jalur Puncak. Khusus untuk di beberapa jalur, kita juga mendapatkan bantuan 100 personil dari Brimob dari Kedung Halang, kemudian ada juga 50 personil dari Sabhara Baharkam Mabes Polri," imbuh Wikha.

Selama masa libur Lebaran, tugas mereka cukup jelas: mengatur lalu lintas yang semrawut. Tapi ada tugas lain yang tak kalah penting, yaitu membantu mencegah praktik pungutan liar atau pungli yang kadang masih muncul di kawasan wisata itu. Upaya ini diharapkan bisa membuat perjalanan wisatawan lebih tertib dan nyaman.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar