LILLE Dini hari nanti, Aston Villa akan menghadapi ujian berat di Stade Pierre-Mauroy. Mereka bertemu Lille di leg pertama babak 16 besar Liga Europa. Situasinya tidak ideal. Villa sedang terpuruk. Tapi di bawah Unai Emery, harapan untuk bangkit selalu ada.
Perjalanan Eropa Villa belakangan ini cukup mentereng. Setelah melaju sampai semifinal Liga Konferensi dan perempat final Liga Champions, kini mereka bertarung di Liga Europa. Mereka masuk babak gugur sebagai runner-up Fase Liga. Banyak yang menilai, melihat daftar peserta, klub asal Birmingham ini termasuk salah satu kandidat juara.
Sayangnya, momentum itu seakan buyar. Fakta bahwa Villa bisa mencetak dua gol atau lebih dalam sembilan dari 13 laga Eropa terakhir, seolah tak berarti. Performa mereka anjlok drastis.
Sejak menang atas Salzburg akhir Januari lalu, segalanya berantakan. Cedera menimpa sejumlah pemain penting, dan itu berimbas langsung ke hasil di Liga Premier. Coba lihat: cuma satu kemenangan yang mereka raih dalam tujuh pertandingan terakhir. Empat di antaranya berakhir dengan kekalahan. Yang paling menyakitkan adalah kekalahan 1-4 dari Chelsea di kandang sendiri akhir pekan lalu.
Akibatnya, mereka sudah empat laga tak menang di liga. Posisi empat besar yang mereka duduki jadi terancam. Villa cuma unggul tiga poin dari Tottenham di posisi kelima, dan Liverpool di urutan keenam. Tentu saja, finis di lima besar jadi pekerjaan rumah yang berat.
Di sisi lain, inilah mengapa Liga Europa tiba-tiba terasa sangat krusial. Kompetisi ini bisa jadi jalur alternatif menuju Liga Champions musim depan. Emery sendiri punya mimpi besar: mengakhiri puasa gelar Villa sejak 1996. Dia adalah spesialis. Pelatih asal Spanyol itu sudah empat kali menjuarai Liga Europa, dan catatannya di babak 16 besar selama tujuh musim terakhir sungguh sempurna: tak pernah tersingkir.
Namun begitu, Emery bukan orang yang buta realita. Dia tahu taktik secanggih apapun butuh eksekutor yang fit dan percaya diri. Dan saat ini, kedua hal itu sedang tidak dimiliki skuadnya.
“Kami sedang dalam momen buruk,” aku Emery dengan jujur. “Kami harus bekerja keras memulihkan struktur tim, baik secara taktis, ofensif, maupun defensif. Pemulihan harus dimulai dari latihan.”
Meski berat, dia berharap laga kontra Lille bisa jadi titik balik. “Masih ada waktu untuk membangun kembali kepercayaan diri. Kami harus kuat lagi, agar bisa bersaing dengan baik di Liga Europa dan Liga Premier,” tambahnya.
Artikel Terkait
Kiper Maarten Paes Dihujani Kritik, Peran Jordi Cruyff di Transfer Ajax Disorot
Nasib Tragis Wakil Inggris di Liga Champions: Enam Tim Raih Hanya Dua Poin
Ganda Putra Indonesia Tersingkir di Babak Pertama Swiss Open 2026
Havertz Selamatkan Arsenal dari Kekalahan di Kandang Leverkusen