Pengaruhnya juga besar. Calafat dikenal punya akses langsung ke Florentino Perez dan suaranya sangat diperhitungkan dalam setiap proses perekrutan. Tapi belakangan, beberapa rekomendasinya mulai dipertanyakan. Nama-nama seperti Franco Mastantuono, Dean Huijsen, dan Trent Alexander-Arnold konon memicu evaluasi internal terhadap kinerja departemen scouting.
Jadi, bila Madrid benar-benar pulang dengan tangan hampa, masa depan Calafat di Bernabeu tidak lagi terjamin. Hubungan baiknya dengan sang presiden pun mungkin tak cukup menyelamatkannya.
Di sisi lain, struktur komite transfer Madrid sendiri cukup unik. Meski Calafat punya pengaruh, keputusan akhir selalu ada di tangan Florentino Perez. Ada juga General Manager Jose Angel Sanchez yang perannya krusial dalam negosiasi. Sementara Santiago Solari, yang jabatannya direktur olahraga, justru disebut punya pengaruh lebih kecil dalam urusan transfer.
Nah, dengan situasi seperti ini, Madrid jelas berada di persimpangan jalan. Tekanan dari publik semakin menjadi. Untuk meredam amarah fans, Perez mungkin harus mengambil langkah berani. Perombakan di level eksekutif bisa jadi sinyal kuat bahwa suara Bernabeu benar-benar didengarkan. Atau, setidaknya, itu yang ingin mereka percayai.
Artikel Terkait
Hakim Danish Bawa Misi Balas Dendam ke Moto3 Brasil Usai Dikangkangi Rookie Indonesia
PSM Makassar Bangkit dari Ketertinggalan, Raih Poin Penting di Kandang Malut United
Herdman Coret Teja Paku Alam dari Skuad Perdana, Kiper dengan Clean Sheet Terbanyak Diabaikan
Newcastle Siap Balas Dendam, Barcelona Waspadai Atmosfer Panas St James Park