Hakim Danish Bawa Misi Balas Dendam ke Moto3 Brasil Usai Dikangkangi Rookie Indonesia

- Selasa, 10 Maret 2026 | 12:00 WIB
Hakim Danish Bawa Misi Balas Dendam ke Moto3 Brasil Usai Dikangkangi Rookie Indonesia

Jakarta. Ada misi balas dendam yang dibawa Hakim Danish ke Sirkuit Brasil nanti. Pembalap Malaysia itu masih geram, setelah performanya di seri pembuka Moto3 2026 dikangkangi oleh rookie Indonesia, Veda Ega Pratama.

Padahal, Danish bukan benar-benar pemula. Musim lalu ia sempat jadi wildcard. Tapi di GP Thailand, hasilnya nol besar. Tak ada poin yang dibawa pulang. Kekecewaan itu kini berubah jadi bahan bakar.

Targetnya jelas: naik podium.

Persaingan antar pembalap Asia Tenggara di kelas Moto3 memang mulai terasa panas. Danish tak mau berlama-lama tertinggal. Debut gemilang Veda di Buriram menjadi tamparan yang keras baginya. Menurut sejumlah saksi, ia terlihat sangat serius di pit garasi usai balapan.

Di Sirkuit Chang, Danish yang membela tim MSi Racing tampak kesulitan. Start dari posisi 15, ia malah terlempar ke urutan 18 saat bendera finis dikibarkan. Sungguh hasil yang pahit untuk pembalap berusia 18 tahun itu.

Dua Debutan, Dua Cerita Berbeda

Nasibnya benar-benar kontras dengan Veda Ega Pratama. Meski sama-sama rookie tahun ini, apa yang mereka tunjukkan di lintasan jauh berbeda.

Veda start dari posisi lima. Ia bertarung sengit, bahkan sempat merangsek ke posisi ketiga dan ikut berebut podium. Akhirnya ia finis di urutan kelima, membawa pulang 11 poin berharga.

Sementara Danish? Dari posisi 15, ia malah merosot. Finis tanpa poin.

Padahal, Danish punya pengalaman lebih dulu lewat jalur wildcard. Itu yang membuat hasil di Thailand terasa lebih menyakitkan. Ia seharusnya lebih siap, tapi kenyataannya tidak.

Mata Tertuju ke Brasil

Tapi ya, dunia balap tak pernah berhenti di satu race. Danish menolak terpuruk. Fokusnya sekarang sepenuhnya pada seri kedua di Brasil.

Podium tetap jadi target utama. Bagi pembalap bernomor 13 ini, itu harga mati.

"Itu bukan hal mustahil," tegas Danish.

"Saya akan kerja keras untuk mencapainya. Lagipula, itu selalu jadi tujuan saya. Ingin rasanya meraihnya secepat mungkin," tambahnya, seperti dikutip dari laman NST.

Perbaikan Dimulai dari Garasi

Danish tahu persis apa yang harus dibenahi. Ada masalah teknis, juga non-teknis. Yang paling krusial adalah komunikasi dengan tim mekaniknya.

Ia merasa perlu setelan motor yang lebih cocok dengan gaya balapnya. Start dari posisi tengah, seperti di Thailand, jelas sangat merugikan. Sulit sekali mengejar kereta depan.

"Dialog yang lebih baik dengan tim akan membantu mereka menyiapkan motor yang lebih pas untuk saya," ujarnya.

Tak hanya itu, strategi kualifikasi juga harus berubah. "Saya harus lolos kualifikasi dengan posisi lebih baik. Baru bisa bersaing dengan para pembalap terdepan," pungkas Danish.

Semua kini tergantung eksekusi di Brasil. Apakah misi kebangkitannya akan berhasil, atau justru kandas lagi. Kita lihat saja.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar