Banyuwangi Percepat Tanam Padi Antisipasi Kemarau Panjang 2026

- Jumat, 24 April 2026 | 18:05 WIB
Banyuwangi Percepat Tanam Padi Antisipasi Kemarau Panjang 2026

Pemerintah Kabupaten Banyuwangi bergerak cepat. Mereka memacu percepatan tanam padi di seluruh wilayah. Ini semua dilakukan untuk mengantisipasi kemarau panjang yang diprediksi bakal terjadi tahun ini.

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menjelaskan bahwa gerakan tanam serentak ini bukan sekadar acara seremonial. Ini tindak lanjut langsung dari arahan Kementerian Pertanian. Kegiatannya sendiri digelar serentak di Jawa Timur pada Kamis, 23 April 2026.

"Ini salah satu antisipasi menghadapi musim kemarau panjang, melakukan percepatan musim tanam sebelum puncak kemarau panjang," kata Ipuk dalam keterangan tertulisnya, Jumat (24/4/2026).

Nah, di Banyuwangi sendiri, aksi tanam bersama ini dipusatkan di lahan Kelompok Tani (Poktan) Gunung Saprojo. Lokasinya ada di Kelurahan Penganjuran, Kecamatan Banyuwangi. Luas lahannya sekitar 2,5 hektare. Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi, Danang Hartanto.

"Secara keseluruhan, luas penanaman serentak di wilayah Kabupaten Banyuwangi pada periode ini mencapai 672 hektare," ujarnya.

Angka itu bagian dari upaya mendukung target Luas Tambah Tanam (LTT) Jawa Timur. Saat ini, capaian LTT di provinsi itu baru sekitar 46,16 persen. Atau setara dengan 173.320 hektare. Masih perlu kerja keras.

Danang menegaskan, percepatan ini dilakukan dengan memanfaatkan sisa-sisa musim hujan. Prediksinya, hujan masih akan turun hingga akhir April. Jadi, waktu yang ada benar-benar dimanfaatkan semaksimal mungkin.

"Kami telah mengirimkan surat edaran kepada para kelompok tani agar mempercepat masa tanam. Sebab, ketersediaan air saat ini masih mencukupi untuk mendukung pertumbuhan awal padi sebelum debit air menyusut akibat kemarau," tuturnya.

Imbauan itu, menurut Danang, merupakan respons atas rilis prediksi musim kemarau 2026 dari BMKG. Juga menindaklanjuti Surat Menteri Pertanian RI. Surat bernomor B-73/TI.050/M/03/2026 itu intinya menginstruksikan antisipasi dampak musim kemarau.

"Kami mengimbau agar meningkatkan kewaspadaan serta melakukan pemantauan rutin terhadap kondisi pertanaman (standing crops) dan ketersediaan sumber air di masing-masing wilayah," tutup Danang.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar