China Bantah Tuduhan Trump Terkait Kapal Iran yang Dicegat AS

- Jumat, 24 April 2026 | 18:15 WIB
China Bantah Tuduhan Trump Terkait Kapal Iran yang Dicegat AS
Berikut adalah hasil penulisan ulang artikel tersebut dengan gaya bahasa yang lebih manusiawi, natural, dan sesuai dengan instruksi yang diberikan.

China angkat bicara. Kementerian Luar Negeri di Beijing membantah keras tuduhan Presiden AS, Donald Trump, soal kapal kargo berbendera Iran yang dicegat pasukan Amerika. Trump sebelumnya berseloroh kalau kapal itu mungkin "hadiah dari China".

Washington mengklaim pasukannya menembaki dan menyita sebuah kapal kargo milik Iran. Tuduhannya? Kapal itu berusaha menghindari blokade yang diterapkan AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Teheran. Sebuah langkah yang jelas-jelas memicu ketegangan baru.

Di sisi lain, militer Iran bereaksi keras. Mereka menyebut kapal tersebut berlayar dari China. Dalam pernyataan resminya, Teheran bersumpah akan membalas apa yang mereka sebut sebagai "pembajakan bersenjata oleh militer AS". Nada pernyataannya cukup panas, bisa dibilang.

Trump sendiri, saat berbicara dengan CNBC pada Selasa (21/4), menyebut kapal yang dicegat itu membawa "beberapa barang yang tidak terlalu bagus". Lalu dia menambahkan, "Hadiah dari China mungkin, saya tidak tahu." Kalimat itu diucapkan dengan nada santai, tapi dampaknya ternyata besar.

Nah, Beijing pun bereaksi. Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun, angkat bicara di hadapan wartawan di Beijing pada Jumat (24/4).

"China menentang setiap tuduhan dan asosiasi yang tidak memiliki dasar faktual," tegasnya.

Dia juga mengingatkan sesuatu yang penting. "Hubungan perdagangan internasional normal antar negara tidak boleh diganggu dan dirusak." Pesannya jelas, jangan main-main dengan urusan dagang mereka.

Sebagai informasi tambahan, kapal kontainer bernama Touska itu berbendera Iran. Pasukan AS menaiki dan menyitanya pada Minggu (19/4) waktu setempat. Menurut sumber keamanan maritim, kapal itu kemungkinan mengangkut barang-barang yang dianggap Washington sebagai barang dual-use. Artinya, barang yang bisa dipakai untuk keperluan sipil sekaligus militer. Ya, ini memang selalu jadi titik sensitif dalam hubungan kedua negara.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar