Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, melakukan peninjauan langsung terhadap program bantuan sosial bedah rumah di kawasan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Rumah-rumah yang direnovasi tersebut memiliki keunikan tersendiri karena dibangun menggunakan material hasil produksi narapidana dari Lembaga Pemasyarakatan Tangerang, sementara pengerjaannya melibatkan warga binaan dari Lapas Warungkiara.
Berdasarkan pantauan di lokasi pada Rabu (10/6/2026), Agus Andrianto tiba sekitar pukul 10.20 WIB dan langsung meninjau dua unit rumah yang telah selesai dibedah. Mantan Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur itu tampak saksama memeriksa setiap sudut bangunan, mulai dari dapur, kamar mandi, kamar tidur, hingga ruang tamu. Ia juga mengamati bahwa rumah tersebut telah dilengkapi dengan berbagai perabot, seperti kursi dan meja ruang tamu, kasur, serta lemari.
Dalam kesempatan tersebut, Agus sempat berdialog dengan Kepala Lapas Warungkiara, Panji Pamekas. Ia menanyakan secara langsung apakah para narapidana yang terlibat dalam proyek pembangunan mendapatkan premi atau imbalan atas kerja mereka. Pertanyaan itu langsung dijawab oleh Panji bahwa para warga binaan memang menerima premi tersebut.
Sementara itu, Agus menjelaskan bahwa pendanaan untuk program bedah rumah ini berasal dari anggaran hasil panen raya yang digelar di Lapas Cirebon pada 15 Januari lalu. Setelah dana terkumpul, petugas kemudian melakukan pendataan untuk mencari rumah-rumah warga yang dinilai belum layak huni dan membutuhkan perbaikan.
“Jadi saya sampaikan kepada Pak Dirjen, coba hasil panen ini kalau ada warga masyarakat yang membutuhkan air bersih, buat gitu,” imbuhnya.
Di sisi lain, Agus menyoroti efisiensi waktu pengerjaan proyek sosial ini. Menurutnya, pembangunan rumah tidak memakan waktu lama, terlebih karena masyarakat penerima bantuan sudah memiliki lahan sendiri. Ia mencontohkan, dalam waktu 19 hari, sebanyak lima unit rumah berhasil diselesaikan.
“19 hari sudah bisa selesaikan 5 unit rumah. Ini artinya kan kecepatan waktunya, kemudian bahan yang mungkin relatif terjangkau, ini bisa menghasilkan rumah yang layak untuk masyarakat, aamiin,” ucapnya.
Artikel Terkait
Pemprov Banten Bentuk Dinas Sumber Daya Air Khusus Tangani Banjir
Dudung Abdurachman Bantah Punya Dapur MBG, Tuding Namanya Diseret ke Kasus BGN
Kapolri Tegaskan Penempatan Anggota di Luar Struktur Hanya Jika Ada Permintaan Instansi atau Perintah Presiden
Drummer Dewa 19 Tyo Nugros Dicekal Imigrasi Saat Hendak Terbang ke Malaysia