HARIAN, JAKARTA – Babak baru bagi Red Sparks. Jeong Kwanjang Red Sparks resmi melepas Megawati Hangestri Pertiwi. Sebagai gantinya, mereka mendatangkan pemain timnas China, Zhong Hui, untuk mengisi slot pemain Asia musim depan.
Pengumuman ini keluar pada Kamis (24/4/2026). Nilai kontraknya? 150 ribu dolar AS per tahun. Angka yang lumayan, tapi yang lebih menarik adalah bagaimana kabar ini sekaligus memupus spekulasi soal reuni Megawati dengan Red Sparks. Banyak yang menduga pemain asal Indonesia itu bakal balik, tapi ternyata tidak.
Sebelum memutuskan Zhong Hui, Red Sparks sebenarnya sempat mengincar Wipawee Sitthong. Rencananya sudah matang, tapi gagal total. Penyebabnya? Pemain asal Thailand itu mengalami cedera ACL sejak masa seleksi. Alhasil, dia tak bisa tampil sama sekali. Satu pertandingan pun tidak.
Dalam situasi yang cukup mendesak, klub sempat mengandalkan Inkusi. Performanya memang menunjukkan perkembangan, tapi ya... belum cukup. Belum bisa membawa tim bersaing di level tertinggi. Jadi, mereka butuh langkah lain.
Ko Hee-jin Ambil Alih Sendiri
Pelatih Ko Hee-jin tidak mau diam saja. Dia bergerak cepat. Langsung terbang ke China untuk berburu pemain. Waktu itu pas jeda All-Star bulan Januari lalu. Dia memantau langsung kandidat di Shanghai, dan akhirnya jatuh hati pada Zhong Hui.
Zhong Hui, 29 tahun, bukanlah nama sembarangan. Dia outside hitter andalan timnas China periode 2022–2025. Bahkan, dia punya peran besar saat China merebut medali emas Asian Games 2023 di Hangzhou. Prestasi yang tidak bisa dianggap remeh.
Ada satu fakta menarik. Zhong Hui ternyata pernah satu lapangan dengan legenda voli Korea Selatan, Kim Yeon-koung. Itu terjadi saat dia membela klub Shanghai pada musim 2021–2022. Jadi, dia sudah punya pengalaman bermain dengan pemain top.
Catatan Impresif di Liga China
Sejak 2018, Zhong Hui memperkuat Shanghai Yuvest Professional Team. Kariernya konsisten. Dia berhasil membawa klubnya juara Liga Voli Profesional China pada 2021 dan 2026. Dua gelar dalam lima tahun cukup mentereng.
Dari sisi individu, dia juga bersinar. Penghargaan Best Outside Hitter diraihnya pada 2022 dan 2023. Lalu Best Receiver pada 2024. Ini menunjukkan kemampuannya yang komplet: menyerang dan bertahan sama baiknya. Bukan tipe pemain yang hanya jago di satu sisi.
Ko Hee-jin sendiri mengaku puas setelah melihat langsung kualitas Zhong Hui. Katanya,
“Saya menyaksikan langsung permainan Zhong Hui di Shanghai pada Januari lalu. Saya memastikan bahwa dia adalah pemain yang tepat untuk tim kami, karena memiliki kemampuan menyerang dan bertahan yang sama baiknya. Saya sangat senang kami bisa merekrutnya.”
Pelatih asal Korea Selatan itu juga menegaskan bahwa Zhong Hui bukan sekadar pelengkap. Dia akan menjadi bagian penting dalam proyek penguatan tim ke depan.
“Setelah Zhong Hui bergabung, kami akan mempersiapkan tim secara sistematis bersama seluruh pemain untuk semakin memperkuat skuad,” lanjutnya.
Era Baru, Harapan Baru
Kehadiran Zhong Hui jelas menandai dimulainya era baru bagi Red Sparks. Klub berharap bisa kembali kompetitif di liga domestik. Sekaligus, menutup lubang besar yang ditinggalkan Megawati. Tidak mudah, tapi mereka mencoba.
Sekarang, semua mata tertuju pada Zhong Hui. Akankah dia mampu menjawab ekspektasi tinggi? Mampukah dia membawa Red Sparks kembali ke papan atas? Kita lihat saja. (")
Artikel Terkait
Trans7 Siarkan Langsung Balapan Veda Ega Pratama di Moto3 Spanyol 2026
Iran Dipastikan Tampil di Piala Dunia 2026, AS Beri Syarat Ketat soal Rombongan Tim
PSG Siapkan Dana Tak Terbatas dan Gaji Selangit untuk Rebut Gabriel Magalhães dari Arsenal
PSIS Semarang Tunjuk Kas Hartadi sebagai Pelatih Baru demi Selamatkan Tim dari Degradasi