Proses perekrutan Shin Tae-yong oleh Persija Jakarta ternyata telah dimulai jauh sebelum tim mengalami kekalahan dari Persib Bandung. Langkah ini menegaskan keseriusan manajemen Macan Kemayoran dalam mempersiapkan diri menuju kompetisi Super League musim 2026/2027.
Presiden Persija Jakarta, Mohamad Prapanca, secara terbuka mengungkapkan bahwa komunikasi dengan Shin Tae-yong sudah terjalin sejak beberapa pekan sebelum laga panas melawan Persib. Penunjukan pelatih asal Korea Selatan itu bukanlah keputusan mendadak, melainkan hasil dari proses panjang yang telah dirancang secara matang oleh manajemen.
“Pemilihan pelatih bukan keputusan yang diambil dalam waktu singkat. Kami manajemen dan stakeholder juga sudah diskusi panjang, intens, dan matang untuk melakukan evaluasi, diskusi, dan pencarian guna menemukan sosok paling sesuai dengan visi misi Persija ke depan,” kata Prapanca dalam konferensi pers, Senin (8/6/2026).
Prapanca menambahkan bahwa pendekatan kepada Shin Tae-yong dilakukan saat kompetisi masih berjalan. Diskusi internal mulai mengemuka pada pekan-pekan krusial Super League, ketika manajemen mulai mengevaluasi performa tim secara menyeluruh.
“Prosesnya cukup panjang. Jadi, mungkin di pekan ke-27 atau ke-25 Super League, kami melakukan diskusi yang cukup intens di internal. Kami melihat perkembangan Persija saat itu sehingga sudah mulai mendiskusikan tentang head coach,” ujarnya.
Sebagai gambaran, pada pekan ke-25 Persija bermain imbang 1-1 melawan Dewa United. Sementara itu, pada pekan ke-27, Macan Kemayoran menang telak 3-0 atas Persebaya. Adapun kekalahan 1-2 dari Persib terjadi di pekan ke-32, saat proses penjajakan terhadap Shin Tae-yong sudah lebih dulu berjalan.
Prapanca menilai Persija membutuhkan figur pelatih dengan pengalaman di level tertinggi, kepemimpinan yang kuat, serta pemahaman mendalam terhadap sepak bola modern. Hal ini dinilai penting untuk membangun fondasi jangka panjang klub ibu kota.
“Persija butuh figur yang punya pengalaman dengan level tertinggi, karakter kepemimpinan yang kuat, memahami tuntutan sepak bola modern, dan membangun budaya kerja kompetitif dan berkelanjutan. Semoga pilihan kami ini akan menjadi titik balik masa depan Persija,” tuturnya.
Musim lalu, Persija finis di posisi ketiga klasemen. Manajemen menilai capaian tersebut belum cukup untuk memenuhi ambisi besar klub yang bermarkas di Jakarta itu.
Target tinggi yang dipasang untuk musim 2026/2027 menjadi alasan utama perubahan di kursi pelatih. Shin Tae-yong dinilai sebagai sosok paling relevan untuk membawa Persija naik level.
“Kami punya target yang cukup tinggi sehingga kami memutuskan untuk mencari pelatih baru untuk musim 2026/2027,” kata Prapanca.
Langkah ini sekaligus menegaskan bahwa Persija tidak menunggu hasil akhir musim untuk bergerak. Penunjukan Shin Tae-yong menjadi sinyal kuat bahwa Macan Kemayoran serius kembali berburu gelar juara.
Artikel Terkait
Persija Resmi Rekrut Pemain Terbaik Super League 2025-2026, Shin Tae-yong Konfirmasi Kedatangan Mariano Peralta
PBSI Tarik Dua Pasangan Ganda Putra dari Australian Open 2026 Secara Mendadak
Kritik Menguat soal Pemanggilan Muhammad Ferarri ke Timnas: Minim Menit Bermain dan Cedera Jadi Sorotan
Perburuan Mateus Fernandes Memanas: Manchester United Terancam Kalah Saing dari Real Madrid