Pernikahan Siri Berakhir Tragis, Perempuan di Depok Dicekik hingga Tewas oleh Suami

- Selasa, 10 Maret 2026 | 12:05 WIB
Pernikahan Siri Berakhir Tragis, Perempuan di Depok Dicekik hingga Tewas oleh Suami

Jasadnya baru ditemukan dalam kondisi tinggal tulang. Tapi kisah tragis di balik kematian DH (56) itu berawal jauh sebelumnya, tepatnya pada Desember 2024 silam, saat ia memutuskan menikah siri dengan seorang pria. Pernikahan yang seharusnya membahagiakan itu justru berubah menjadi mimpi buruk yang berakhir di sebuah rumah di kawasan Meruyung, Limo, Depok.

Menurut sejumlah saksi, rumah tangga mereka kerap diwarnai cekcok. Ketua RT setempat, SS, mengaku kerap mendengar riwayat keributan dari dalam rumah pasangan itu. Suara teriak-teriak dan pertengkaran sepertinya sudah jadi pemandangan biasa.

AKBP Resa Fiardi dari Polda Metro Jaya kemudian membeberkan kronologi puncaknya. Semuanya meledak pada pertengahan Oktober 2025. Saat itu, pertengkaran hebat terjadi. DH berteriak-teriak, mengusir sang suami siri keluar rumah.

Namun bukannya pergi, pria itu malah bereaksi brutal.

"Dia langsung menutup mulut korban pakai tangan kanan," kata Resa Fiardi, Selasa (10/3/2026).

DH tentu saja melawan. Dia berusaha mencakar, berjuang untuk melepaskan diri. Tapi usahanya tak berhasil.

"Setelah itu tersangka langsung mencekik korban menggunakan tangan kiri pelaku hingga korban lemas tidak berdaya," lanjutnya.

Nafas hidup DH perlahan terputus. Tapi pelaku belum berhenti. Dia mengambil seutas tali dan mengikatkannya ke leher korban. Lalu, dia hanya duduk menunggu. Sekitar satu jam lamanya, dia memastikan istrinya benar-benar sudah tak bernyawa.

Barulah kemudian jasad itu diseret masuk ke dalam kamar. Untuk menyembunyikannya, si pelaku menutupi segalanya dengan selembar karpet.

Di sisi lain, ada detail mengerikan lain saat jenazah akhirnya ditemukan. Kapolsek Cinere, Kompol Chairul Saleh, menyebutkan satu hal yang membuat bulu kuduk merinding.

"Hasil pengecekan identifikasi ditemukan taburan bubuk kopi di jenazah korban," tuturnya, Senin (9/3).

Sebuah upaya untuk menutupi bau, mungkin. Atau mungkin hal lain. Yang pasti, taburan kopi itu menambah kesuraman adegan kejahatan yang dingin dan penuh perhitungan ini. Sebuah akhir yang menyedihkan untuk sebuah hubungan yang bermula dari janji.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar