Bencana banjir bandang di Kepulauan Sitiro yang merenggut 16 nyawa mendapat perhatian serius dari pemerintah pusat. Wakil Menteri Dalam Negeri, Akhmad Wiyagus, secara khusus menyoroti respons cepat yang ditunjukkan oleh Pemprov Sulut dan Pemkab setempat. Menurutnya, langkah-langkah yang diambil selama ini sudah tepat.
“Penanganan korban banjir bandang di Kepulauan Sitiro yang dilakukan Pemprov dan Pemkab setempat sudah sangat tepat,” ujar Wiyagus, Kamis lalu.
Ia melanjutkan, “Penyelamatan korban, tempat pengungsian korban dan kebutuhannya, serta pemulihan akses jalan dilakukan sesuai prosedur.”
Apresiasi itu disampaikan setelah Wiyagus bertemu langsung dengan Gubernur Sulut, Yulius Selvanus. Dari pertemuan itu, tergambar betapa sulitnya medan penanganan bencana kali ini. Cuaca ekstrem jadi tantangan terbesar.
Yulius, pensiunan jenderal bintang dua itu, mengungkapkan kendala teknis yang dihadapi tim. Akses laut nyaris mustahil digunakan.
“Untuk mencapai lokasi bencana tidak bisa menggunakan kapal penyeberangan. Hal itu dikarenakan adanya gelombang dan angin yang ekstrem,” jelasnya.
Upaya pun dialihkan ke jalur udara. Namun, ternyata tidak lebih mudah. “Kami bersama Forkopimda bisa mencapai lokasi dengan pesawat kecil. Penerbangan pun mengalami hambatan karena faktor cuaca,” tambah Yulius.
Kondisi yang tak menentu itu membuat Gubernur memberi saran tegas. “Kami sarankan untuk saat ini tidak meninjau lokasi karena cuaca sangat ekstrem. Cuaca tidak bisa diprediksi,” pungkasnya.
Jadi, di balik apresiasi untuk penanganan darurat, ada cerita lain tentang perjuangan melawan alam. Tim di lapangan bukan cuma berhadapan dengan dampak banjir, tapi juga dengan keganasan cuaca yang seolah tak mau berkompromi.
Artikel Terkait
ERT NHM Diterjunkan Bantu Evakuasi Korban Erupsi Gunung Dukono, Tiga Pendaki Dinyatakan Meninggal
Kapal Bantuan Gaza Dicegat, Relawan As’ad Aras Kisahkan Detik-Detik Mencekam di Laut
Menkeu Yakin Ekonomi Indonesia Tembus Enam Persen pada 2027 Meski Geopolitik Global Tak Pasti
Puluhan Jemaah Umrah Laporkan Bos Hanania Travel ke Polda Metro atas Dugaan Penipuan Rp60 Miliar