Wiyagus Apresiasi Penanganan Banjir Sitiro, Meski Cuaca Ekstrem Jadi Tantangan Berat

- Kamis, 08 Januari 2026 | 11:10 WIB
Wiyagus Apresiasi Penanganan Banjir Sitiro, Meski Cuaca Ekstrem Jadi Tantangan Berat

Bencana banjir bandang di Kepulauan Sitiro yang merenggut 16 nyawa mendapat perhatian serius dari pemerintah pusat. Wakil Menteri Dalam Negeri, Akhmad Wiyagus, secara khusus menyoroti respons cepat yang ditunjukkan oleh Pemprov Sulut dan Pemkab setempat. Menurutnya, langkah-langkah yang diambil selama ini sudah tepat.

“Penanganan korban banjir bandang di Kepulauan Sitiro yang dilakukan Pemprov dan Pemkab setempat sudah sangat tepat,” ujar Wiyagus, Kamis lalu.

Ia melanjutkan, “Penyelamatan korban, tempat pengungsian korban dan kebutuhannya, serta pemulihan akses jalan dilakukan sesuai prosedur.”

Apresiasi itu disampaikan setelah Wiyagus bertemu langsung dengan Gubernur Sulut, Yulius Selvanus. Dari pertemuan itu, tergambar betapa sulitnya medan penanganan bencana kali ini. Cuaca ekstrem jadi tantangan terbesar.

Yulius, pensiunan jenderal bintang dua itu, mengungkapkan kendala teknis yang dihadapi tim. Akses laut nyaris mustahil digunakan.

“Untuk mencapai lokasi bencana tidak bisa menggunakan kapal penyeberangan. Hal itu dikarenakan adanya gelombang dan angin yang ekstrem,” jelasnya.

Upaya pun dialihkan ke jalur udara. Namun, ternyata tidak lebih mudah. “Kami bersama Forkopimda bisa mencapai lokasi dengan pesawat kecil. Penerbangan pun mengalami hambatan karena faktor cuaca,” tambah Yulius.

Kondisi yang tak menentu itu membuat Gubernur memberi saran tegas. “Kami sarankan untuk saat ini tidak meninjau lokasi karena cuaca sangat ekstrem. Cuaca tidak bisa diprediksi,” pungkasnya.

Jadi, di balik apresiasi untuk penanganan darurat, ada cerita lain tentang perjuangan melawan alam. Tim di lapangan bukan cuma berhadapan dengan dampak banjir, tapi juga dengan keganasan cuaca yang seolah tak mau berkompromi.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar