Di Senayan, Jakarta, Sabtu kemarin, Menteri Koordinator Pangan Zulkifli Hasan atau yang akrab disapa Zulhas memberikan penjelasan soal mekanisme pembagian makan bergizi gratis (MBG) selama Ramadan nanti. Rupanya, ada sedikit penyesuaian untuk para siswa.
“Pangan cukup, alhamdulillah,” ujar Zulhas di hadapan wartawan.
Lalu ia melanjutkan, “Jadi nanti kalau makan bergizi, di bulan suci Ramadan, bagi siswa yang Islam, yang muslim, ya, nanti disediakan makanan kering. Telur gitu, yang kering, roti, kurma, nanti dibawa pulang.”
Nah, bagaimana dengan siswa nonmuslim? Menurut Zulhas, mereka tetap akan mendapat MBG seperti biasa dan disantap di sekolah. Skemanya memang berbeda.
“Kalau yang tidak Islam, yang non-muslim, dia makan, disediain makan,” jelasnya.
Lalu ia menambahkan penjelasan untuk kalangan pesantren. “Kalau pondok, diberikannya pada waktu buka. Karena biasanya siang, diberikannya pada waktu buka, gitu.”
Di sisi lain, untuk kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, tidak ada perubahan kebijakan sama sekali. Skema bantuan untuk mereka tetap berjalan seperti biasa.
“Yang ibu hamil, balita, ibu menyusui, itu tetap tidak ada perubahan,” tegas Zulhas.
Intinya, perubahan hanya menyasar siswa muslim yang akan mendapat paket makanan kering untuk dibawa pulang, sementara kelompok lainnya mengikuti pola distribusi yang sudah ada.
Artikel Terkait
Koperasi Desa Dijadikan Ujung Tombak Pengentasan Kemiskinan Ekstrem di Purworejo
Kemenkop UKM Buka Pendaftaran Business Assistant 2026 untuk Dampingi Koperasi Desa
Titiek Soeharto Apresiasi Bantuan dan Pembangunan Jembatan Polri untuk Korban Bencana Sumatera
Dosen Komunikasi Manfaatkan Animasi dan Media Digital untuk Tekan Stunting di NTT