Sejak Oktober 2023, suasana di Jalur Gaza tak pernah sama. Perang terus berkecamuk, dan kini muncul fenomena yang mencekam: ribuan warga Palestina dilaporkan 'lenyap' begitu saja. Mereka diduga menjadi korban senjata-senjata tertentu yang digunakan militer Israel. Lenyap di sini artinya nyata keluarga tak bisa menemukan jenazah untuk dikuburkan. Penyebabnya, menurut sejumlah laporan, adalah amunisi termal dan termobarik yang menghancurkan tubuh hingga ke akar.
Laporan investigasi khusus dari Al Jazeera, yang berbasis di Qatar, mengungkap dugaan kuat ini. Media tersebut, seperti dilansir Anadolu Agency pada Jumat lalu (13/2/2026), telah menayangkan laporan bertajuk 'The Rest of the Story' pada Senin (9/2) waktu setempat. Inti investigasinya cukup mengerikan: senjata bersuhu tinggi itu diduga mampu membuat jaringan tubuh manusia menguap, hampir tanpa meninggalkan bekas.
Angkanya bukan sekadar perkiraan. Tim pertahanan sipil Gaza telah mendokumentasikannya dengan susah payah sejak awal konflik. Hasilnya? Setidaknya 2.842 warga Palestina diklasifikasikan sebagai 'evaporated' atau 'menguap'. Yang tersisa seringkali hanya percikan darah di dinding atau fragmen daging yang sulit dikenali. Data lapangan ini menunjukkan skala tragedi yang sebenarnya.
Jadi, lenyapnya ribuan orang ini bukanlah metafora. Ini adalah kenyataan pahit yang dihadapi warga Gaza setiap hari sebuah kehilangan yang bahkan tak meninggalkan jasad untuk ditangisi. Situasinya sungguh di luar batas kemanusiaan.
Artikel Terkait
Anggota DPR Apresiasi Stabilitas Harga Pangan Jelang Lebaran 2026
Lippo Cikarang Tegaskan Karyawan Hanya Dimintai Keterangan sebagai Saksi oleh KPK
Indonesia Buka Investasi Karbon Swasta, Jepang Diajak Kerja Sama di Tokyo
Pertamina Pastikan Harga BBM Tak Berubah Sepanjang April 2026