Udara dingin Newcastle bakal terasa panas juga nanti malam. Barcelona datang lagi ke St James' Park, di leg pertama babak 16 besar Liga Champions. Bagi The Magpies, ini kesempatan balas dendam setelah kalah di fase grup.
Ingat pertemuan September lalu? Marcus Rashford yang bikin pusing dengan dua golnya. Anthony Gordon cuma bisa kurangi ketertinggalan di menit akhir. Skor 2-1 untuk Barcelona waktu itu.
Sejarah memang lebih banyak berpihak pada raksasa Catalan. Mereka menang dalam empat dari lima pertemuan terakhir. Satu-satunya kemenangan Newcastle? Itu terjadi puluhan tahun silam, tepatnya musim 1997/98, berkat hattrick legendaris Faustino Asprilla.
Tapi, menurut sejumlah saksi, atmosfer kali ini benar-benar beda. Newcastle bukan lagi tim yang cuma jadi peserta. Mereka punya ambisi besar, setelah untuk pertama kalinya dalam sejarah berhasil melaju ke babak gugur Liga Champions. Semangatnya terlihat jelas di babak playoff, di mana mereka menghajar Qarabag dengan agregat telak, 9-3. Eddie Howe berhasil membentuk tim yang punya daya ledak mengerikan.
"Ini posisi baru buat kami di Liga Champions. Kompetisi terbaik yang ada," ujar Howe, suaranya terdengar penuh keyakinan saat berbicara pada BBC.
"Karena itu, jelas ini pertandingan besar dalam sejarah klub. Menghadapi Barcelona harus jadi motivasi terbesar, baik untuk pemain maupun para pendukung."
Persiapan pun dilakukan mati-matian. Melawan Manchester City di akhir pekan, Howe dengan sengaja mengistirahatkan Dan Burn, Joelinton, dan Anthony Gordon. Mereka dikorbankan demi target yang lebih besar malam ini, meski akhirnya harus kalah dari City.
"Kita harus mencari energi dari mana saja," tegas Howe lebih lanjut. "Level performa kita harus naik ke titik tertinggi yang belum pernah kita capai musim ini. Hanya dengan begitu kita punya peluang lolos."
Di sisi lain, Barcelona datang dengan modal kepercayaan diri yang juga tak kalah besar. Mereka baru saja mengamankan kemenangan 1-0 atas Athletic Bilbao di La Liga, yang membuat mereka unggul 4 poin dari rival abadi, Real Madrid.
Belum lagi catatan sejarah yang menguntungkan. Tim asuhan Hansi Flick ini telah memenangkan lima dari enam leg pertama babak gugur terakhir mereka melawan klub Inggris. Secara keseluruhan, mereka menang dalam sepuluh dari 15 pertandingan dua leg melawan tim-tim Premier League.
Meski begitu, mereka jelas tak mau gegabah. Kekalahan agregat dari Liverpool di semifinal 2018/19 masih jadi pelajaran berharga.
"Yang penting semua orang berjuang sebagai satu kesatuan," tegas Flick, menekankan pentingnya soliditas tim saat diwawancara Marca.
Gelandang andalan mereka, Pedri, juga mengirim pesan optimis. "Kami siap untuk pertandingan nanti. Kami harus terus menyesuaikan diri dan beradaptasi," ujarnya singkat.
Barcelona memang datang dengan masalah cedera. Alejandro Balde, Gavi, hingga Frenkie de Jong dipastikan absen. Namun, Marc Bernal yang cedera akhir pekan lalu punya peluang besar untuk pulih. Kabar baik lainnya, Pedri dan Lamine Yamal yang sudah terlibat dalam 34 gol musim ini siap turun.
Newcastle juga tak sepenuhnya fit. Mereka kehilangan pilar seperti Bruno Guimaraes dan Fabian Schar. Tapi, Nick Woltemade, Sandro Tonali, dan Jacob Ramsey siap mendukung Anthony Gordon, sang pencetak empat gol saat menghajar Qarabag.
Pertarungan dua tim yang sama-sama lapar ini bakal seru. Berikut kemungkinan susunan pemainnya:
Newcastle United (4-3-3): Pope; Trippier, Thiaw, Botman, Hall; Willock, Tonali, Joelinton; Barnes, Wissa, Gordon.
Barcelona (4-2-3-1): J. Garcia; E. Garcia, Cubarsi, Martin, Cancelo; Pedri, Casado; Yamal, Lopez, Raphinha; Lewandowski.
Artikel Terkait
Legia Warszawa Siap Tebus Dony Tri Pamungkas dari Persija Jakarta dengan Rp5 Miliar
Legenda MotoGP Optimistis Veda Ega Pratama Mampu Bersaing di Moto3 Spanyol
Indonesia Hadapi Aljazair di Laga Pembuka Thomas Cup 2026, Fajar Alfian Ingatkan Tim agar Tak Lengah
Kiandra Ramadhipa Siap Bersaing di Red Bull MotoGP Rookies Cup 2026, Satu-satunya Wakil Indonesia