Herdman dan Keputusan Mengejutkan di Gawang Garuda
John Herdman baru saja mengumumkan skuad perdananya. Dan langsung bikin heboh. Nama yang paling mencolok absen? Teja Paku Alam, kiper Persib yang lagi panas-panasnya.
Padahal, kalau kita lihat statistik musim ini, performa Teja sulit diabaikan. Dia punya rekor clean sheet terbanyak di liga. Tapi rupanya, angka-angka mengesankan itu belum cukup untuk meyakinkan pelatih baru asal Kanada itu.
Alih-alih memanggil Teja, Herdman memilih lima kiper lain. Dua di antaranya adalah pemain naturalisasi: Emil Audero dan Maarten Paes. Tiga lainnya adalah kiper lokal: Nadeo Argawinata, Ernando Ari, dan Cahya Supriadi.
Ini jelas jadi polemik. Bagaimana tidak?
Angka Bicara, Tapi Pilihan Beda
Coba bandingkan datanya. Di BRI Super League 2025/2026, Teja Paku Alam sudah mengoleksi 11 pertandingan tanpa kebobolan. Jauh di atas pesaing lokalnya.
Nadeo Argawinata dari Borneo FC punya 8 clean sheet. Sementara Ernando Ari dari Persebaya mencatatkan 6.
Perbedaannya signifikan. Tapi nyatanya, justru Teja yang tersingkir dari daftar 41 pemain untuk FIFA Series 2026 mendatang. Keputusan ini, bagi banyak pengamat, terasa janggal. Seolah ada pertimbangan lain di luar performa klub yang berbicara.
Herdman sendiri belum memberikan penjelasan rinci soal pencoretan sang kiper Persib. Yang jelas, dia punya misi besar. Dalam pernyataannya, dia terkesan ingin membangun dari nol.
"Target saya adalah memulai dengan baik. Saya ingin menetapkan pola pikir, kerangka budaya, taktik, serta kejelasan standar bagi masa depan tim ini,"
Begitu kata Herdman lewat channel YouTube resmi Timnas.
Ambisi dia bahkan lebih jauh. Herdman ngomong soal bikin sejarah.
"Saya ingin menciptakan sejarah sebagai tim pertama yang mampu menumbangkan lawan asal Eropa. Itulah titik awalnya,"
Kalimat itu dia tegas-tegaskan. Sebuah target yang berat, tentu saja.
Masih Ada Pintu di AFF 2026
Nah, buat yang kecewa dengan absennya Teja, mungkin masih ada secercah harapan. Herdman memberi sinyal bahwa dia akan melakukan rotasi besar-besaran nanti saat Piala AFF 2026 digelar, sekitar Juli-Agustus mendatang.
"Saya akan memanfaatkan Turnamen AFF untuk memperluas kesempatan bagi pemain lain yang tidak terlibat dalam FIFA Series,"
Kata-katanya itu membuka peluang. Apalagi Piala AFF biasanya tak masuk kalender FIFA. Artinya, pemain yang main di Eropa kemungkinan besar enggak akan dilepas klubnya.
Di sinilah kesempatan itu terbuka lebar. Bagi pemain lokal berstatistik ciamik seperti Teja Paku Alam, momen AFF nanti bisa jadi panggung untuk membuktikan diri. Bukti bahwa dia pantas dan masih layak diperhitungkan untuk mengawal gawang Garuda.
Jadi, meski langkah pertamanya kontroversial, perjalanan Herdman bersama Timnas Indonesia baru saja dimulai. Dan soal siapa kiper nomor satu yang sebenarnya, pertarungannya masih panjang.
Artikel Terkait
PSIS Semarang Tunjuk Kas Hartadi sebagai Pelatih Baru demi Selamatkan Tim dari Degradasi
Veda Ega Pratama Masih Tertahan di Posisi 24 pada FP1 Moto3 Spanyol, Quiles Tercepat
Legia Warszawa Siap Tebus Dony Tri Pamungkas dari Persija Jakarta dengan Rp5 Miliar
Legenda MotoGP Optimistis Veda Ega Pratama Mampu Bersaing di Moto3 Spanyol