Selasa (6/1) lalu, Gedung Menara Kartika Adhyaksa di kompleks Kejaksaan Agung Jakarta ramai. Dari situ, Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum, Asep Nana Mulyana, memberikan pengarahan penting. Tak hanya hadir langsung, para Kepala Kejaksaan Tinggi, Kepala Kejaksaan Negeri, hingga pimpinan cabang dari seluruh Indonesia juga menyimak secara hybrid.
Inti pertemuan itu jelas: membahas tata kelola penanganan perkara. Ini jadi topik hangat, mengingat KUHP dan KUHAP baru sudah resmi berlaku. Menurut Asep, situasi ini menuntut peran jaksa yang jauh lebih strategis.
"Jaksa harus jadi navigator utama," ujarnya tegas.
Ia melanjutkan, transformasi hukum pidana nasional ini berada di pundak mereka. Tanggung jawabnya besar, mulai dari fase prapenuntutan sampai eksekusi, semua harus berjalan tertib. Tak cuma soal prosedur, jaminan hak-hak tersangka, terpidana, maupun korban juga jadi prioritas.
Nah, salah satu poin kunci yang ditekankan adalah asas lex favor reo. Prinsip ini bukan sekadar teori.
"Kalau ada perubahan peraturan setelah suatu tindak pidana dilakukan, jaksa wajib pakai aturan yang paling menguntungkan buat pelaku," jelas Asep lewat keterangan tertulis.
Untuk menerapkan prinsip itu, Asep membeberkan empat parameter yang harus dikuasai jaksa. Pertama, soal dekriminalisasi. Artinya, proses hukum harus dihentikan jika perbuatannya tak lagi dianggap pidana.
Kedua, kewenangan penuntutan bisa gugur. Ini terjadi bila ditemukan alasan pembenar atau pemaaf bagi pelaku berdasarkan KUHP baru.
Parameter ketiga agak teknis. Jaksa harus jeli membandingkan hukuman. Mana yang lebih ringan? Durasi penjara, besaran denda, atau bahkan jenis pidananya apakah penjara atau kerja sosial.
Terakhir, adaptasi. Jaksa dituntut cepat beradaptasi dengan unsur tindak pidana yang diatur dalam KUHP baru. Misalnya, menilai apakah sebuah delik sekarang jadi lebih sulit dibuktikan atau malah berubah status jadi delik aduan.
Di sisi lain, Asep tak lupa memetakan skenario transisi. Tujuannya, agar penerapan hukum baik materiil maupun formil tetap tepat sasaran. Berikut rincian yang disampaikan:
Artikel Terkait
Cinta yang Lelah di Tanah yang Terus Dijarah
Bolsonaro Terjatuh di Balik Jeruji, Dilarikan ke Rumah Sakit
Kobaran Api Hanguskan Rumah di Palmerah Dini Hari
Scroll Media Sosial Bikin Dada Sesak? Mungkin Kamu Terjebak dalam Perbandingan Karier yang Keliru