JAKARTA – Suasana mencekam masih menyelimuti Stadion Gelora Kie Raha usai laga. Sabtu (7/3/2026) lalu, pertandingan seru antara Malut United dan PSM Makassar yang berakhir 3-3 justru berujung pada insiden memalukan. Wasit FIFA, Thoriq Alkatiri, menjadi sasaran amuk segelintir suporter yang kecewa. Aksi pengejaran dan upaya penyerangan itu terekam jelas, viral di mana-mana, dan kini buntutnya kian panjang.
Klub asal Ternate itu kini hanya bisa menunggu. Menunggu vonis dari Komdis PSSI yang bisa jadi sangat berat. Ancaman terbesarnya? Bermain di kandang sendiri tanpa dukungan suporter.
Kekecewaan memang beralasan. Malut United sempat unggul 3-1, tapi gagal mempertahankannya. Namun begitu, alasan apapun tak bisa membenarkan aksi brutal terhadap wasit. Video yang beredar menunjukkan Thoriq dan rekan-rekannya terpaksa berlindung, tertahan di stadion hingga larut malam demi keamanan mereka.
Di tengah gemuruh kecaman, manajemen Malut United angkat bicara. Asisten Manajer, Weshley Hutagalung, dengan tegas membantah keterlibatan ofisial klub dalam kericuhan itu.
Begitu penegasan Weshley di Jakarta, Senin (9/3/2026). Posisi klub jelas: kooperatif dan menyerahkan segalanya pada penyelidikan resmi.
Artikel Terkait
Bek PSM Makassar Jadi Ancaman Serius dari Bola Mati di Tengah Tekanan Tim
Persaingan Sengit di Papan Bawah Liga 1, PSM Makassar Belum Bisa Tenang
Ernando Ari Masuk Skuad Sementara Timnas Usai Kebobolan Lima Gol
Papan Bawah Super League Mencekam, Lima Tim Berebut Hindari Degradasi