Bek PSM Makassar Jadi Ancaman Serius dari Bola Mati di Tengah Tekanan Tim

- Senin, 09 Maret 2026 | 21:00 WIB
Bek PSM Makassar Jadi Ancaman Serius dari Bola Mati di Tengah Tekanan Tim
Peran Baru Bek PSM di Lapangan

MAKASSAR Dulu, tugas bek cuma satu: bertahan. Sekarang? Lihat saja Yuran Fernandes dan Aloisio Neto di PSM Makassar. Dua tembok kokoh Pasukan Ramang ini ternyata punya peran lain yang bikin lawan pusing. Mereka jadi ancaman serius, terutama saat bola mati.

Dua laga terakhir PSM di Super League membuktikannya. Setiap ada tendangan bebas atau sepak pojok, pandangan langsung tertuju ke dua sosok tinggi itu di kotak penalti. Mereka bukan cuma numpang hadir, tapi benar-benar bikin was-was.

Ambil contoh saat PSM ditaklukkan Persita Tangerang 4-2. Hasilnya pahit, tapi kontribusi Yuran dan Neto tak bisa diabaikan. Dua gol PSM waktu itu lahir dari andil mereka. Neto menyundul dengan tajam, sementara Yuran dengan tenang mengeksekusi penalti. Dua bek tengah itu, seketika berubah jadi penyerang dadakan.

Ancaman dari bola mati itu kembali muncul melawan Malut United. Laga sengit, PSM sempat tertinggal. Tapi pada situasi 3-2, tekanan terus diberikan. Lagi-lagi, kehadiran Yuran dan Neto di area maut membuat pertahanan lawan kalang kabut.

Dari kemelut yang dipicu pergerakan Yuran, bola jatuh ke kaki Medina. Gol! Skor menjadi 3-3, PSM selamat dari kekalahan. Peran mereka tak selalu tercatat di kolom pencetak gol, tapi kekacauan yang mereka ciptakan sering jadi awal mula gol tercipta.

Buat Yuran, ini seperti momentum kebangkitan. Performanya sempat dipertanyakan di pertengahan putaran pertama. Bahkan isu kepindahan ke klub lain, seperti Persebaya, sempat mencuat. Tapi belakangan, bek asal Tanjung Verde itu kembali menunjukkan tajinya. Solid di belakang, berani maju ke depan saat tim butuh gol.

Namun begitu, kebangkitan individu ini datang di saat yang pelik. PSM sedang tertekan. Hasil yang kurang memuaskan di Super League membuat posisi mereka di klasemen jadi bahan pembicaraan. Suasana di dalam klub pun terasa tegang.

Manajemen lalu bertindak. Zulkifli Syukur ditunjuk sebagai Direktur Teknik, bagian dari evaluasi menyeluruh untuk membenahi performa tim. Tekanan dari luar memang besar, tapi pihak klub berusaha tak gegabah.

Asisten pelatih Ahmad Amiruddin menegaskan hal itu.

“PSM memang sedang dalam tekanan. Tapi kami harus melihat semuanya secara jernih. Tujuannya hanya satu: membawa kembali PSM ke performa terbaik dan tetap bertahan di Super League,” ujarnya.

Di sisi lain, sorotan ke pelatih kepala Tomas Trucha makin keras. Di media sosial, sejumlah suporter terang-terangan minta ada perubahan di kursi kepelatihan. Tapi sejauh ini, kepercayaan dari manajemen masih ada di pundak Trucha.

Nah, dalam situasi yang belum stabil ini, kontribusi pemain seperti Yuran dan Neto jadi amat berharga. Mereka bukan sekadar penjaga gawang sendiri, tapi juga senjata tak terduga di ujung serangan.

Sepak bola modern sering dimenangkan dari detail. Bola mati adalah salah satunya. Dan PSM punya dua senjata rahasia yang siap meledak kapan saja. Jika konsistensi mereka terjaga, bukan mustahil duet ini jadi kunci PSM keluar dari krisis dan menemukan ritme terbaiknya di sisa musim.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar