Jakarta. Kalau ngomongin papan bawah Super League musim ini, panas banget persaingannya. Ancaman degradasi masih menghantui beberapa tim, dan situasi ini bisa jadi bumerang buat PSM Makassar kalau mereka nggak buru-buru bangkit.
Lihat saja Madura United, Persijap Jepara, atau Semen Padang. Mereka saling sikut untuk menjauhi zona merah. Klasemen di bagian bawah itu berubah terus setiap pekan, bikin tegang siapa saja yang menyaksikan.
Nah, di tengah situasi kayak gini, PSM Makassar yang nangkring di posisi 13 juga belum bisa tidur nyenyak. Mereka belum aman. Masih ada sekitar sepuluh laga lagi dari total 34 pertandingan, jadi peluang buat naik atau malah terperosok masih sangat besar.
Yang bikin makin seru, selisih poin antar tim itu tipis banget. Satu kemenangan saja bisa langsung mengubah peta persaingan. Makanya, setiap pertandingan sekarang rasanya seperti final bagi mereka.
Di sisi lain, ada juga tim yang mulai menemukan ritme. Ambil contoh Persijap Jepara. Mereka sempat terpuruk di peringkat 17, tapi perlahan merangkak naik dalam beberapa pekan terakhir. Perbaikan ini tentu bikin perhitungan makin ruwet.
Dengan dinamika seperti ini, sulit memprediksi akhir cerita untuk papan bawah. Bagi PSM, jalan masih panjang. Kalau mereka lengah dan gagal mengumpulkan poin di sisa laga, bukan mustahil mereka ikut terseret dalam pusaran perebutan penyelamatan di akhir musim.
Artikel Terkait
Pedro Acosta: Tekanan Marc Marquez Bukan Alasan bagi Bagnaia untuk Terus Gagal Bersaing
Siaran F1 Keliru Sebut Marc Marquez sebagai Mantan Pembalap MotoGP, Sang Juara Bertahan Justru Tertawa
Timnas Indonesia U-19 Hadapi Kamboja di Perebutan Peringkat Ketiga Piala AFF U-19 2026
Kanada dan Bosnia Berbagi Angka 1-1 di Laga Pembuka Grup B Piala Dunia 2026