Di kantor Kemendagri, Jakarta Pusat, Senin lalu (9/3/2026), suasana cukup tegang. Juru Bicara Satgas PRR Pascabencana Sumatera, Amran, memberikan paparan terkini. Dia menyampaikan kabar yang cukup mengejutkan soal volume kayu yang berhasil diamankan.
"Nah, kemudian data menunjukkan bahwa sekitar 2.684,51 meter kubik kayu hanyut telah berhasil dikumpulkan," ujar Amran.
Menurutnya, kayu-kayu itu tidak dibiarkan sia-sia. Justru dimanfaatkan untuk kepentingan warga yang terkena musibah. Bahkan, sebagian sudah dialihfungsikan menjadi material pendukung pembangunan hunian sementara atau huntara.
"Sebagian dimanfaatkan untuk material pendukung pembangunan sementara bagi masyarakat terdampak," katanya.
Pembersihan lumpur juga jadi fokus utama. Dari total 508 titik yang jadi sasaran pembersihan di tiga provinsi, sebanyak 406 lokasi sudah beres dibersihkan. Artinya, masih ada sisa pekerjaan yang menanti.
"Satgas PRR Pascabencana sudah melaksanakan pembersihan secara maksimal dan berdasarkan data per hari ini telah dari 508 lokasi ya yang menjadi sasaran pembersihan lumpur di tiga provinsi tersebut, sebanyak 406 lokasi telah dibersihkan," jelas Amran.
Namun begitu, pekerjaan belum usai. Amran menegaskan bahwa pihaknya terus bergerak untuk menuntaskan sisa lumpur di lokasi-lokasi yang masih tertinggal.
"Artinya ini sudah bersih secara total 100 persen, sementara 102 lainnya masih dalam proses penanganan," pungkasnya.
Artikel Terkait
Wanita Lompat ke Jurung Usai Cekcok dengan Pria di Bogor, Pencarian Dihentikan karena Tak Ada Tanda Jatuh
PT Merdeka Gold Resources Tunjuk Tiga Direktur dan Lima Komisaris Baru dalam RUPST
Prabowo Panggil Kapolri ke Hambalang, Bahas Keamanan Nasional dan Program Strategis
KB Bank dan LMI Jalin Kemitraan Rp400 Miliar untuk Percepat Ekspansi Bisnis FMCG di Indonesia