PT Elnusa Tbk (ELSA) memutuskan untuk membagikan dividen tunai sebesar Rp323 miliar kepada para pemegang sahamnya untuk tahun buku 2025. Jumlah tersebut setara dengan 45 persen dari total laba bersih yang berhasil diraih perseroan pada tahun lalu.
Keputusan ini diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada Senin, 9 Juni 2026. Salah satu agenda utama dalam forum tersebut adalah meminta persetujuan pemegang saham mengenai alokasi penggunaan laba bersih perusahaan.
Dalam rapat tersebut, perseroan sepakat untuk membagikan dividen tunai sebesar 45 persen dari laba tahun lalu yang mencapai Rp718,4 miliar. Sementara itu, sisa laba sebesar Rp395,1 miliar akan dicatat sebagai saldo laba ditahan. Dana tersebut rencananya digunakan untuk mendukung ekspansi usaha, memperkuat struktur modal, serta mengembangkan teknologi dan kapabilitas operasional.
“Dividen per saham Rp44,29, tumbuh 13 persen dari tahun buku 2024,” ujar Direktur Elnusa, Nelwin Aldriansyah.
Di luar pembagian dividen, para pemegang saham juga menyetujui sejumlah agenda lain. Agenda tersebut mencakup persetujuan atas Laporan Tahunan 2025, penetapan penghargaan serta remunerasi bagi Direksi dan Dewan Komisaris, hingga perubahan susunan pengurus perseroan.
Sepanjang tahun 2025, Elnusa mencatatkan kinerja keuangan yang solid. Pendapatan usaha perseroan tercatat sebesar Rp14,5 triliun, tumbuh 8 persen secara tahunan. Capaian ini, menurut manajemen, mencerminkan konsistensi transformasi bisnis melalui penguatan operasional, efisiensi berkelanjutan, serta pengelolaan risiko yang disiplin di tengah dinamika industri energi.
EBITDA Elnusa pada periode yang sama mencapai Rp1,5 triliun. Adapun laba bersih anak usaha PT Pertamina (Persero) itu tercatat sebesar Rp718 miliar.
Dalam beberapa tahun terakhir, Elnusa terus memperkuat daya saingnya melalui investasi di bidang teknologi. Langkah-langkah yang dilakukan mencakup modernisasi peralatan, digitalisasi proses bisnis, serta pengembangan solusi energi bernilai tambah tinggi. Berbagai inovasi seperti In-Line Inspection (ILI), Hydraulic Fracturing, Pertasolven, hingga pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI) menjadi bagian dari strategi perseroan untuk meningkatkan produktivitas dan memperluas peluang pasar.
Elnusa juga terus memperkuat posisinya di pasar internasional. Keberhasilan pelaksanaan proyek survei seismik maritim di Thailand serta pengembangan pasar di kawasan Afrika Utara menjadi bukti nyata. Langkah ini membuka peluang pertumbuhan baru sekaligus memperluas basis pendapatan perseroan di luar pasar domestik.
Corporate Secretary Elnusa, Rustam Aji, menyampaikan bahwa peningkatan dividen tahun ini mencerminkan kepercayaan manajemen terhadap prospek bisnis perseroan ke depan. Menurutnya, kebijakan dividen ini menunjukkan kemampuan Elnusa dalam menghasilkan kinerja yang sehat sekaligus menjaga ruang pertumbuhan.
“Dengan fundamental yang kuat, portofolio bisnis yang semakin terdiversifikasi, serta fokus pada inovasi dan teknologi, Perseroan optimistis dapat terus menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi pemegang saham maupun mitra bisnis,” ujar Rustam.
Hingga saat ini, perseroan belum mengumumkan jadwal dan tata cara pembagian dividen. Namun, sesuai dengan ketentuan yang berlaku, penyetoran dividen kepada para pemegang saham akan dilakukan paling lambat 30 hari sejak keputusan ditetapkan dalam rapat.
Artikel Terkait
Prospek Cerah, Saham Amman Mineral (AMMN) Diproyeksi Cetak Laba Tertinggi pada 2026
Bursa Asia Menguat, KOSPI Melonjak 3 Persen Pimpin Rebound Saham Teknologi
BEI Dorong Emiten Tingkatkan Kepemilikan Saham Publik Minimal 15 Persen
Harga Emas Antam Turun Rp10.000 per Gram, Buyback Ikut Melemah