Lippo Cikarang Hibahkan Lahan 31,3 Hektare di Meikarta untuk Rumah Subsidi

- Senin, 09 Maret 2026 | 21:15 WIB
Lippo Cikarang Hibahkan Lahan 31,3 Hektare di Meikarta untuk Rumah Subsidi

Di tengah gebrakan program tiga juta rumah subsidi, sebuah langkah konkret datang dari PT Lippo Cikarang Tbk. Perusahaan itu baru saja menghibahkan sebidang tanah luas di kawasan Meikarta, Cikarang. Luasnya mencapai 31,3 hektare, dan tanah itu akan diserahkan untuk mendukung ambisi pemerintah membangun rumah murah.

Menurut Peter Adrian, Sekretaris Perusahaan Lippo Cikarang, langkah ini bukan sekadar seremonial. Ini adalah wujud nyata komitmen perseroan untuk ikut serta dalam program strategis pemerintah di bidang perumahan.

“Dukungan terhadap program ini merupakan bagian dari komitmen perseroan untuk berperan aktif dalam mendukung program pemerintah,” jelas Peter dalam keterangan resminya, Senin (9/3/2026).

Di sisi lain, perusahaan menegaskan bahwa partisipasi sosial ini tidak akan mengganggu bisnis mereka. Operasional, kondisi keuangan, dan kelangsungan usaha Lippo Cikarang dipastikan tidak terdampak secara material.

Sebenarnya, proyek rumah susun subsidi di Meikarta sudah mulai digarap. Yang menarik, pendanaan besar-besaran juga sudah mengalir. Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara disebut-sebut mengucurkan dana fantastis, sekitar Rp14 triliun, untuk membangun rumah subsidi di atas lahan milik keluarga konglomerat terkenal, Riyadi.

Rosan Perkasa Roeslani, yang merangkap jabatan sebagai Menteri Investasi sekaligus CEO Danantara Indonesia, menyatakan dukungan penuh dari sisi pembiayaan.

“Dari sisi pembiayaan, Danantara akan mendukung penuh proyek ini karena kami melihat ini sebagai proyek yang sangat baik dan memiliki dampak besar. Selain itu, BUMN karya juga dapat berkolaborasi bersama kontraktor swasta dalam pembangunan,” kata Rosan di Cikarang, Minggu (8/3/2026).

Rosan lalu membeberkan sedikit gambaran. Tahap awal pembangunan akan menempati lahan sekitar 12,8 hektare. Rencananya, di atas lahan itu akan berdiri 18 menara rumah susun yang menjulang tinggi, kira-kira setinggi 32 lantai. Bayangkan saja betapa megahnya.

Dengan skala sebesar itu, wajar kalau nilai investasinya juga gila-gilaan. Estimasi sementara, total investasi yang dibutuhkan untuk mewujudkan proyek raksasa ini bisa mencapai Rp14 triliun hingga Rp16 triliun. Angka yang sulit dibayangkan, tapi itulah kenyataannya.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar