Jakarta - Kapolri baru saja mengeluarkan instruksi penting. Seluruh jajaran kapolda diminta untuk segera menyiapkan panic button. Tujuannya jelas: melindungi para pengemudi ojek online yang kerap jadi sasaran empuk kejahatan di jalanan. Langkah ini dianggap sebagai bentuk perlindungan nyata bagi komunitas ojol yang memang rentan.
Kebijakan itu langsung mendapat apresiasi. Direktur Eksekutif Lemkapi, Edi Hasibuan, menyambut baik instruksi dari pimpinan Polri tersebut.
"Kami memuji kepedulian Kapolri terhadap komunitas ojol. Kita mendukung penuh perintah Kapolri yang sudah memerintahkan kapolda menyiapkan alat pengaman demi melindungi pengemudi ojol dan masyarakat dari kejahatan," kata Edi Hasibuan di Jakarta, Senin (9/3).
Menurutnya, perintah ini menunjukkan kepedulian yang tinggi terhadap keselamatan para mitra pengemudi. Mereka selama ini sudah bersinergi dengan kepolisian di lapangan.
Edi punya alasan kuat mendukung gagasan ini. Posisi ojol dinilainya sangat strategis. Mereka adalah mitra kepolisian yang sehari-hari berada di jalan. Tak jarang, informasi soal gangguan keamanan justru pertama kali datang dari mereka.
"Apalagi ojol adalah mitra terbaik Polri dalam menjaga kamtibmas. Selama ini banyak peristiwa yang terjadi sehari-hari, sumber informasinya berasal dari kalangan ojol. Karena ojol ada di lapangan," jelasnya.
Kerja sama ini dinilai sangat efektif. Dengan mobilitas tinggi dan jangkauan yang luas ke semua lapisan masyarakat, para pengemudi ojol ibarat mata dan telinga tambahan bagi aparat. Mereka bisa melaporkan apa saja yang mencurigakan dengan cepat.
Di sisi lain, sistem panic button sendiri sebenarnya bukan hal yang benar-benar baru. Edi mencontohkan, Polresta Malang adalah salah satu yang sudah menerapkannya lebih dulu. Hasilnya? Sistem itu terbukti ampuh mempercepat respons petugas.
"Sistem itu sangat efektif. Ketika ada gangguan keamanan dan tombol alat ini dipencet, personel kepolisian dengan cepat berdatangan," ungkap mantan anggota Kompolnas itu.
Harapannya jelas. Implementasi alat ini secara nasional bakal mempercepat layanan polisi di lapangan. Saat ada keadaan darurat atau tindak kejahatan, baik pengemudi ojol maupun warga biasa bisa segera mendapat pertolongan.
"Kami harapkan alat panic button bisa mempercepat pelayanan polisi di lapangan," pungkas Edi.
Artikel Terkait
HKI: KEK di Pulau Jawa Jadi Instrumen Strategis Percepat Target Pertumbuhan Ekonomi 8%
Gencatan Senjata Israel-Lebanon Diperpanjang Tiga Pekan, Namun Serangan di Lapangan Tewaskan Lima Orang Termasuk Jurnalis
Polisi Gagalkan Penyelundupan 1,9 Ton Sianida dari Filipina di Gorontalo Utara
Peringati Hari Transportasi Nasional, Seluruh Moda Transportasi Umum di Jakarta Gratis