Suasana di tubuh PSM Makassar belakangan ini memang tidak ringan. Bayangkan saja, hasil-hasil yang terus mengecewakan membuat Pasukan Ramang terperosok di zona tak nyaman klasemen Super League. Situasi genting, tekanan datang dari mana-mana. Tapi, manajemen klub ternyata memilih untuk tidak panik. Mereka baru saja mengangkat Zulkifli Syukur sebagai Direktur Teknik sebuah langkah yang oleh banyak orang dianggap sebagai reaksi spontan. Padahal, di dalam internal, keputusan ini adalah bagian dari sebuah proses evaluasi yang lebih panjang dan matang.
Asisten pelatih, Ahmad Amiruddin, mencoba meluruskan pandangan itu. Baginya, kondisi seperti ini butuh kerenangan berpikir, bukan aksi gegabah yang dipicu emosi semata.
“Iya, tekanan itu ada. Tapi kita harus lihat dengan kepala jernih. Target kami jelas: mengembalikan performa terbaik PSM dan bertahan di liga,” tegas Amiruddin.
Di sisi lain, desakan dari luar justru makin keras. Sorotan tajam mengarah ke pelatih kepala Tomas Trucha, terutama di jagat media sosial. Tak sedikit suporter yang secara terbuka menuntut pengunduran dirinya. Ini tentu memantik pertanyaan besar: apa sikap resmi manajemen?
Amiruddin dengan lugas menyatakan bahwa Trucha, hingga detik ini, masih bagian dari tim kepelatihan. “Beliau masih ada dalam struktur. Dari manajemen, keputusan soal ini tidak bisa diambil sepihak. Harus ada tanggung jawab kolektif,” ucapnya.
Menurutnya, akar masalah PSM tidak cuma soal taktik lapangan. Ada hal lain yang ikut berpengaruh. Buktinya, usai pertandingan di Parepare, manajemen dan seluruh pemain langsung menggelar rapat tertutup. Mereka duduk bersama, membicarakan keadaan yang sebenarnya.
“Kami bahas dari akarnya. Apa sih yang sebenarnya terjadi? Bukan cuma urusan teknis,” jelas Amiruddin.
Dan dari diskusi itulah mereka menemukan titik terang. Ternyata, persoalan utamanya ada di mentalitas. Tim dianggap kehilangan karakter, jiwa tempur yang dulu menjadi identitas mereka. Maka, disepakatilah satu solusi: menghidupkan kembali semangat siri’ na pacce, filosofi budaya Makassar tentang harga diri dan kebersamaan.
Artikel Terkait
Artis Berduka Berkunjung ke Makam Vidi Aldiano di TPU Tanah Kusir
Herdman Panggil 41 Pemain untuk Persiapan FIFA Series, Era Baru Timnas Indonesia Dimulai
Pelatih Irak Desak FIFA Tunda Play-off Piala Dunia Akibat Konflik dan Penutupan Wilayah Udara
Malut United Terancam Sanksi Kandang Tanpa Penonton Usai Suporter Serang Wasit