Pelatih Irak Desak FIFA Tunda Play-off Piala Dunia Akibat Konflik dan Penutupan Wilayah Udara

- Senin, 09 Maret 2026 | 17:30 WIB
Pelatih Irak Desak FIFA Tunda Play-off Piala Dunia Akibat Konflik dan Penutupan Wilayah Udara

BAGHDAD Suasana tegang melanda persiapan timnas Irak. Graham Arnold, sang pelatih, baru saja melontarkan permintaan darurat. Ia mendesak FIFA, badan sepak bola dunia, untuk menunda jadwal play-off kualifikasi Piala Dunia milik timnya. Penyebabnya jelas: konflik bersenjata yang meluas di kawasan, terutama dari Iran, telah menciptakan gangguan besar-besaran.

Masalah logistik menumpuk. Irak dijadwalkan bertemu pemenang antara Suriname dan Bolivia pada 31 Maret nanti di Monterrey, Meksiko. Tapi bagaimana caranya berkumpul? Wilayah udara Irak sendiri ditutup hingga tanggal 1 April akibat eskalasi konflik. Akibatnya, mayoritas pemain yang bermain di liga domestik terkurung di dalam negeri.

Arnold sendiri bahkan tak bisa pulang. Ia saat ini masih terjebak di Uni Emirat Arab. Belum lagi urusan visa untuk ke Meksiko yang mandek total, karena banyak kedutaan asing di Irak yang juga tutup. Situasinya benar-benar kacau.

“Tolong bantu kami,” pinta Arnold dengan nada harap dalam wawancaranya dengan Australian Associated Press. Mantan pelatih Australia itu terdengar frustrasi. “Kami kesulitan sekali mengeluarkan pemain-pemain kami dari Irak saat ini.”

Kekacauan ini memaksa rencana kamp pelatihan di Houston batal. Arnold menegaskan, opsi untuk hanya menurunkan pemain yang berbasis di luar negeri sama sekali tidak masuk akal. Bagi dia, itu bukan solusi.

“Itu bukan tim terbaik kami. Dan untuk pertandingan terbesar negara ini dalam kurun 40 tahun terakhir, kami butuh skuad terbaik yang bisa dikerahkan,” tegasnya.

Lalu, apa usulannya? Arnold punya ide. Ia mengusulkan penundaan yang cerdas. Menurutnya, FIFA bisa mengizinkan Suriname dan Bolivia tetap bertanding bulan ini. Namun, play-off finalnya baru digelar seminggu sebelum Piala Dunia dimulai. Dengan begitu, ada waktu untuk bernapas.

“Kalau menurut saya, penundaan dari FIFA akan memberi kami waktu mempersiapkan diri dengan layak,” ujar Arnold.

Ia juga melihat sisi lain. “Penundaan itu sekaligus memberi FIFA lebih banyak waktu untuk memutuskan langkah terkait Iran,” tambahnya.

Ada skenario lain yang ia bayangkan. “Jika Iran sampai menarik diri, kami yang akan lolos otomatis ke Piala Dunia. Lalu, Uni Emirat Arab yang kalah dari kami di kualifikasi bisa dapat kesempatan untuk bersiap hadapi Bolivia atau Suriname.”

Di akhir pernyataannya, Arnold memberi apresiasi. “Presiden federasi kami, Adnan Dirjal, sudah bekerja tanpa henti. Dia berusaha merencanakan segala cara untuk mewujudkan mimpi seluruh rakyat Irak. Karena itulah, kami butuh keputusan yang cepat dari FIFA.”

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar