Pasca capaian Angkutan Lebaran 2026, Kemenhub berniat menggenjot kualitas Program Angkutan Motor Gratis atau yang akrab disapa Motis lewat kereta api. Ada tiga langkah yang sudah disiapkan Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) buat menindaklanjuti program ini.
Hal itu diungkapkan langsung oleh Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api, Arif Anwar. Ia bicara dalam Talkshow 'LINTAS' & Sharing Session Cerita Mudik: Dari Pengalaman Jadi Perbaikan, yang digelar di Jakarta, Kamis (23/4).
"Respon masyarakat terhadap program Motis selama ini sangat positif dan antusias. Maka guna meningkatkan kualitas layanan Program Motor Gratis (Motis) ke depan pasca capaian Angkutan Lebaran 2026, Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) akan melakukan beberapa langkah peningkatan," ujar Arif dalam keterangannya, Jumat (24/4/2026).
Sejauh ini, ada tiga hal yang bakal dikerjakan Kemenhub ke depan. Pertama, penambahan stasiun pemberhentian tujuannya jelas, memperluas jangkauan layanan dan meningkatkan aksesibilitas masyarakat terhadap program Motis, terutama di wilayah yang potensi permintaannya tinggi. Kedua, evaluasi menyeluruh terhadap waktu perjalanan KA Motis. Dan ketiga, perpanjangan layanan hingga mencakup stasiun-stasiun di Jawa Timur. Ini sebagai upaya memperluas cakupan sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat yang melakukan perjalanan jarak menengah hingga jauh.
Di sisi lain, ada juga rencana opsi perluasan relasi lintas pelayanan Motis hingga koridor Jakarta-Surabaya (PP). Tapi, implementasi rute tersebut sangat bergantung pada ketersediaan dan kecukupan sarana. Khususnya kereta kelas ekonomi (K3) untuk penumpang dan kereta bagasi (B) buat ngangkut sepeda motor.
"Apabila sarana yang tersedia dinilai memadai, tidak mengganggu pelayanan eksisting, dan sesuai dengan kebutuhan angkutan Lebaran, maka pengembangan relasi tersebut berpotensi untuk direalisasikan guna memperluas jangkauan layanan dan memenuhi kebutuhan masyarakat," kata Arif.
Sementara untuk pengembangan layanan Motis di Sumatera, Kemenhub berencana melakukan survei permintaan pelayanan. Fokusnya di wilayah Sumatera bagian selatan, seperti Lampung dan Palembang. Menurut Arif, hal ini juga mempertimbangkan berbagai aspek kesiapan infrastruktur, dukungan sarana prasarana, termasuk skema layanan yang bakal diimplementasikan.
Nah, bicara soal program Motis yang sudah berjalan, Arif menyebut peserta memanfaatkan layanan ini sebagai solusi mudik yang lebih aman dan nyaman. Buktinya? Okupansi Motis pada angkutan Lebaran tahun ini cukup tinggi: 12.419 unit sepeda motor atau 104,4% dari target 11.900 unit. Selain itu, 19.789 penumpang berhasil diangkut, dengan tujuan terbanyak adalah Kutoarjo dan Lempuyangan.
Kalau dibandingkan Lebaran tahun sebelumnya, penyelenggaraan Motis hanya melayani dua lintas pelayanan: lintas utara dan lintas tengah. Tapi pada Angkutan Lebaran 2026, layanan Motis ditambah menjadi tiga lintas pelayanan lintas utara, lintas tengah, dan lintas selatan dengan relasi Jakarta/Pasar Senen-Madiun pulang pergi (PP) via Kiaracondong.
Dari sisi kapasitas juga ada peningkatan kuota. Motis 2025 hanya menyediakan 7.424 unit sepeda motor dengan 16.960 tiket penumpang. Sementara Motis Angkutan Lebaran 2026 naik jadi 11.900 unit sepeda motor dengan 28.196 tiket penumpang. Lumayan signifikan, ya?
Sebagai catatan, Talkshow LINTAS itu menghadirkan peserta dari komunitas, pegiat, dan forum pencinta transportasi. Turut hadir sebagai narasumber Pegiat Media Sosial Transportasi, Basu Pangestu.
Artikel Terkait
Direktur PLN Suroso Isnandar Resmi Jadi Anggota Majelis Wali Amanat UGM Periode 2026–2031
PepsiCo Terapkan Air Daur Ulang di Pabrik Cikarang demi Target Net Water Positive 2030
Wakil Mensos Instruksikan Sentra Kemensos Fokus pada Pemberdayaan Penerima Manfaat Menuju Kemandirian
Militer Israel Keluarkan Peringatan Evakuasi Mendesak bagi Warga Lebanon Selatan di Tengah Gencatan Senjata