HARIAN, YOGYAKARTA Jakarta Pertamina Enduro (JPE) sukses mengamankan kemenangan di Leg 1 Gold Final. Mereka mengalahkan Phonska Plus Pupuk Indonesia dengan skor 3-1 di GOR Mangrogo, Yogyakarta, Jumat (24/4/2026) malam. Pertandingan ini bukan sekadar laga final biasa. Ada yang lebih personal, terutama buat Megawati Hangestri.
Soalnya, penampilan Mega saat ini sedang dipantau ketat oleh klub asal Korea Selatan, Hyundai Hillstate. Bisa dibilang, laga ini jadi semacam ujian hidup salah satu bahan pertimbangan utama buat mereka. Apakah Mega layak direkrut atau tidak. Jadi tekanan jelas ada.
Set pertama? Phonska Plus tampil solid banget sejak awal. Sasa Bytsenko main gila, serangannya susah dibendung. Mereka sukses menutup set pertama dengan skor 25-19. Tapi begitu masuk set kedua, segalanya mulai berubah. Annie Mitchem, pemain asing Phonska, performanya drop drastis. Tiba-tiba serangan mereka cuma bertumpu pada Bytsenko. Pemain lain pun kerepotan, terutama saat berusaha menyelamatkan Mitchem dari service lawan. Kacau, pokoknya.
Nah, celah ini langsung dimanfaatkan habis-habisan sama Pertamina Enduro. Mereka terus mencuri poin, mainnya makin percaya diri. Set kedua pun ditutup dengan skor 25-19. Balas dendam yang manis.
Megawati dan Irina, Duo yang Bikin Lawan Pusing
Di laga ini, Megawati jadi salah satu pahlawan. Dia nyumbang 11 poin lewat serangan dan blok. Konsisten, terutama di set ketiga. Momen paling keren? Waktu dia berhasil memblok serangan dari Medioku, hitter Phonska. Blok yang bikin penonton histeris, kayak nonton adegan di film action.
Set ketiga sendiri ditutup dengan dua service ace dari pemain Pertamina. Dominasi mereka nggak main-main, skor 25-19 lagi. Tapi jangan lupa sama Irina Vorkonva. Pemain ini benar-benar on fire. Dia menyumbang 36 serangan plus satu ace. Tanpa dia, mungkin jalannya pertandingan bakal beda cerita.
Set Keempat: Ketat, Tapi Mental Phonska Jebol
Set keempat? Nah, ini yang paling seru. Kejar-kejaran poin terjadi terus, bikin jantung deg-degan. Apalagi di poin-poin kritis. Tapi entah kenapa, begitu masuk angka ke-21, Phonska Plus kayak kehilangan arah. Fokus mereka buyar. Akhirnya mereka menyerah, dan Pertamina Enduro menutup set dengan skor 25-21.
Yang jelas, kemenangan ini bukan cuma soal angka di papan skor. Ini soal mental. Jakarta Pertamina Enduro sekarang punya keunggulan psikologis yang besar jelang pertandingan berikutnya. Strategi mereka juga makin keliatan matang. Tinggal lihat apakah mereka bisa mempertahankan momentum ini atau tidak.
Artikel Terkait
Klopp Dikabarkan Setuju Latih Real Madrid, Minta Boyong Sembilan Pemain Baru
Veda Ega Pratama Terhenti di Posisi 16 pada Latihan Perdana Moto3 Spanyol 2026
Trans7 Siarkan Langsung Balapan Veda Ega Pratama di Moto3 Spanyol 2026
Iran Dipastikan Tampil di Piala Dunia 2026, AS Beri Syarat Ketat soal Rombongan Tim