Kondisi Korban Pembacokan UIN Suska Riau Mulai Membaik, Pelaku Berstatus Tersangka

- Jumat, 27 Februari 2026 | 14:00 WIB
Kondisi Korban Pembacokan UIN Suska Riau Mulai Membaik, Pelaku Berstatus Tersangka

Kondisi F, mahasiswi UIN Suska Riau yang menjadi korban pembacokan, mulai menunjukkan perbaikan. Usai menjalani operasi pada Kamis lalu, dokter menyatakan keadaannya kini stabil. Meski begitu, proses pemulihan masih berlanjut.

dr Nadia dari RSUD Arifin Achmad Pekanbaru memberikan penjelasan mengenai kondisi terbaru F pada Jumat (27/2).

“Untuk kondisinya saat ini masih dalam pemulihan pascaoperasi,” ujarnya.

Dia menambahkan bahwa meski kesadarannya penuh, komunikasi dengan korban masih terbatas. Operasi sendiri dilakukan di bagian kaki dan dahinya setelah insiden mengerikan itu terjadi.

Pelaku Sudah Berstatus Tersangka

Di sisi lain, polisi telah bergerak cepat. Pria berinisial R (21), yang disebut-sebut melakukan penyerangan karena cintanya ditolak, kini resmi berstatus tersangka. Ia sudah ditahan di Mapolresta Pekanbaru.

Kapolresta Pekanbaru, Kombes Muharman Arta, menegaskan bahwa penyidikan kasus ini diambil alih oleh Polresta. Alasannya, kasus ini cukup menyita perhatian masyarakat.

“Untuk tersangkanya juga sudah dilimpahkan, ditahan di Rutan Polresta Pekanbaru,” kata Muharman.

Motifnya, menurut pengakuan tersangka, memang bermula dari persoalan asmara. Namun yang lebih mengkhawatirkan, serangan ini ternyata direncanakan. Bukan sekadar emosi sesaat.

“Untuk perencanaan dibuktikan dengan senjata tajam yang sudah dia bawa dari rumah, jadi masuk unsur perencanaan,” imbuh Muharman. Rupanya R sudah menyiapkan senjata tajam dari rumah sebelum mendatangi kampus.

Kini, tim penyidik Satreskrim sedang mengebut pemberkasan. Pemeriksaan terhadap korban sendiri masih harus menunggu, karena F perlu waktu untuk pulih sepenuhnya.

Kejadian ini sendiri mengguncang kampus. Pagi itu, di lantai 2 Fakultas Syariat dan Ilmu Hukum UIN Suska, F sedang menunggu jadwal sidang skripsinya. Tiba-tiba saja, datanglah R yang juga seorang mahasiswa lalu menyabetkan bacokannya. Suasana yang seharusnya penuh harap berubah jadi chaos dalam sekejap.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar